Berbekal Yayasan Pesantren “fiktif “, Zaenal Dapat Meraup Keuntungan Fantastis

0
60
Kepala Desa Blambangan Agus Styoboedi saat memperlihatkan contoh kotak amal yang dipergunakan Zaenal.

Banyuwangi, IP.News – Demi uang secara cara akan dilakukan, hal itu seperti yang dilakukan oleh Zaenal warga Dusun Krajan RT.02 /RW.01 Desa Cluring Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.

Pria paruh baya yang dilingkungannya dikenal sebagai ustad ini, setiap harinya bekerja sebagai reparasi elektonik. Sehingga dirumah kontrakannya dipenuhi dengan barang barang elektronik , mulai dari kipas angin , kulkas , sanyo , TV , seterika dan lain lain.

Namun sejak beberapa bulan yang lalu rumah kontrakan yang dipergunakan untuk mereparasi barang – elekronik terlihat sepi bahkan alat yang pada awal mulanya begitu banyak sudah tidak ada lagi.

Belakang beredar berita yang meresahkan masyarakat setempat. Pasalnya dia menempatkan kotak amal pada warung-warung dengan mengatasnamakan yayasan pesantren “TAHFIDZUL QUR’AN , AL HIDAYAH dengan alamat Dusun Sukosari Kelurahan Blambangan Kecamatan Muncar.

Padahal yayasan pesantren itu di Dusun Sukosari di Desa Blambangan tidak ada, apalagi di Kecamatan Muncar itu tidak ada berstatus Kelurahan, yang ada adalah Desa , ungkap Kepala Dusun Sukosari Moch Alib Muhaidlori.

Jika setiap kotaknya berisi Rp 400.000 – 500.000 setiap bulannya maka mereka bisa mengeruk keuntungan 240 juta setiap bulannya , sangat luar biasa.

Lebih lanjut Moch Ali Muhaidlori menjelaskan kotak amal yang dititipkan di warung-warung jumlahnya lebih 600 kotak yang tersebar di seluruh Banyuwangi dan bahkan menurut informasi ada yang di pulau Bali.

“ Terbongkarnya perbuatan kurang terpuji ini yang berkedok yayasan pesantren setelah adanya kecurigaan masyarakat pesanggaran yang mengantarkan kotak amal ke kantor Desa Blambangan beberapa bulan yang lalu, dan bahkan sempat di mintai keterangan oleh kepolisian , ungkap Moch Ali Muhaidlori.

Sementara itu Kepala Desa Blambangan Agus Setyoboedi saat dikonfirmasi terkait permasalahaan itu mengatakan sangat kecewa dengan adanya kejadian seperti ini, karena mencatut nama Desa Blambangan.( nur )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here