Berteman dan Belajar Manajemen

0
1420
Oleh: Ponta Dewa Saktiawan
Mahasiswa STIE Perbanas Surabaya

Artikel ini hasil wawancara singkat wartawan Indonesia Pos (Warta IP) dengan Ponta Dewa Saktiawan, kemudian ditulis dalam bentuk artikel ini oleh IP. Pertanyaannya sekilat tentang pertemanan, baik formal maupun informal. Kemudian, maanfaatnya apa saja terkait dengan pertemanan itu?. Adakah kaitannya dengan yang dia pelajari di kampusnya? Berikut hasilnya.

Pergaulan dan pertemanan merupakan hubungan sosial yang kelihatannya sederhana, namun makna dan manfaatnya sangat tinggi. Kebetulan saja, saya kuliah di jurusan manajemen. Dari pergaulan antarteman, kita bisa mendapatkan berbagai manfaat dari pertemanan. Makna teman dan manfaatnya itu banyak.

Misalnya saja, ketika kita di kampus yang formal, kita bisa berinteraksi dengan teman, baik teman sebaya maupun senior. Kegiatan apa pun, bisa kita bahas bersama mereka. Termasuk mengerjakan tugas-tugas kuliah dalam kelompok. Lebih beruntung lagi, dalam masa kuliah saya, masih banyak dosen yang mempercayai saya menjadi Ketua Kelas.

Menjadi ketua kelas, khusus di setiap mata kuliah itu, membutuhkan manajemen tersendiri. Namanya berteman dan bekerja antarkelompok, kita sering diarahkan untuk bisa memberikan adaptasi pola hubungan pertemanan, termasuk mengatur waktu. Kebetulan saja, saya juga senang dengan jurusan manajemen.

Ada Pengantar Manajemen Keuangan, Pengantar Bisnis, ada Manajemen Pemasaran, ada pula matakuliah penunjang lainnya. Bahkan, ada juga matakuliah Etika di semester awal.
Hubungan antarteman dan antargrup kerja kelompok ada seni tersendiri.

Menyesuaikan waktu dan menyesuaikan pola komunikasinya juga tidak mudah. Itulah salah satu makna pertemanan dalam komunitas formal. Contoh lain adalah komunitas informal di luar kampus. Ada sebuah komunitas yang sampai sekarang saya menjadi salah satu anggotanya.

Bahkan, saya dipercaya sebagai penasihatnya. Jika berbicara dan diskusi di forum komunitas ini, maka terasa beda dengan berinteraksi antarteman di komunitas formal, misalnya di kampus.

Piola hubungan yang berbeda-beda ini, bisa memberikan kita pengalaman tersendiri. Pengalaman itu, misalnya kita bisa mempelajari perilaku (behavior) setiap orang dalam waktu dan tempat yang berbeda-beda pula. Dalam Bisnis apapun, secara teoritis maupun praktis, pemahaman perilaku konsumen atau pelanggan itu juga memerlukan perhartian.

Dari perilaku konsumen itu, kita bisa membedakan pola hubungan komunikasi termasuk pemilihan topik dan kosakata. Untungnya, saya juga punya teman bisnis online yang lumayan sukses dan bisa berbincang-bincang dengan dia.
Yang lebih penting lagi adalah, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam komunikasi menghadapi forum-forum baik formal maupun informal.

Misalnya saja, bisa jadi ada kecenderungan di antara peserta forum tidak memiliki inisiatif bertanya dan menjawab. Padahal ini merupakan kunci utama dalam forum komunikasi dalam diskusi. Itulah sebabnya, inisiatif berbicara baik bertanya maupun menjawab pertanyaan itu sangat vital dalm komunikasi antaranggota kuminitas atau dalam forum umum. Manajemen itu juga lebih banyak berkaitan dengan manusia.(Bas/IP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here