Covid-19 Masih Mengganas, Forkopimda Banyuwangi Lakukan Langkah-Langkah

0
43

Banyuwangi, IP.News – Mobiltas warga Banyuwangi selama masa Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) Darurat menurun dengan segnifikan.

Hal tersebut berdasar hasil rapat evaluasi yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dan Satgas tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi paling selatan Pulau Jawa. Minggu, 11/7/2021.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ipuk Fiestiandani menuturkan penurunan mobilitas warga Jawa Timur,termasuk Banyuwangi mencapai 10 hingga 20 persen dibandingkan sebelum PPKM Darurat.

“Berdasar hasil rapat evaluasi yang dipimpin Menko Luhut terhadap peta Jatim, khususnya terkait mobilitas warga, ada itensitas penurunan mobilitas sebesar 10-20 persen, di zona merah”,Senin(12/7/2021).

Sebelumnya berdasar hasil evaluasi Menko Marves pada 7 Juli 2021 lalu, Banyuwangi dinilai kurang berhasil menurunkan pergerakan warganya selama PPKM Darurat sehingga masuk black zona (zona hitam).

“PPKM Darurat bukan melarang mobilitas semua masyarakat, namun melakukan pembatasan demi menekan potensi penularan COVID-19”,tambah Ipuk.

Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banyuwangi yang juga Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, rencananya pihaknya akan menbah jumlah ruas jalan yang dilakukan penyekatan.Penambahan penyekatan akan dilakukan di selatan kota Banyuwangi.

“Sebelumnya selain titik perbatasan kami juga melakukan penyekatan di pusat kota, rencananya akan segera dilakukan penyekatan di dua atau tiga titik di wilayah selatan”,tambahnya.

Pihaknya berharap, masuknya Banyuwangi menjadi zona merah indeks komposit gabungan yang menggambarkan mobilitas masyarakat secara umum,memberikan motivasi Banyuwangi untuk lebih baik lagi menekan angka Covid-19.

“Ini menjadi motivasi kami untuk lebih baik dalam waktu satu pekan ini”,pungkas Nasrun. (irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here