Empat Sosok Termasuk Gus Agung, Daftar Bacabup Ke DPC Gerindra Sidoarjo

0
266
H. Agung Sudiyono Anfaunnas Saat Diterima Sekretaris DPC Gerindra Sidoarjo Suwono

Sidoarjo,IP.News – Baru buka pendaftaran Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Sidoarjo, Partai Gerindra Sidoarjo sudah dapat menunjukkan magnetnya.

Dalam hitungan dua hari, sudah ada 4 Bacabup yang mengambil formulir pendaftaran untuk mendapatkan rekomendasi dari partai besutan Prabowo itu.

Berdasarkan data dari DPC Gerindra lewat Sekretarisnya Suwono, keempat Bacabup yang sudah mengambil formulir itu diantaranya H. Agung Sudiyono, Bos Perumahan asal Candi Kabupaten Sidoarjo.

“Sudah ada 4 orang yang ambil formulir pendaftaran. Hanya H. Agung dan Ambudi yang ambil formulir sendiri. Lainnya diwakilkan”, kata Suwono Sekretaris DPC Gerindra Sidoarjo.

“Terakhir sekaligus penutupan pengembalian formulir tanggal 15 Nopember 2019 mendatang,” terangnya, Sabtu (26/10/2019).

Menurutnya, jika pengambilan formulir memang boleh diwakilkan. Akan tetapi untuk pengembalian formulir pendaftaran harus bakal calonnya sendiri yang menyerahkan ke DPC Partai Gerindra Sidoarjo.

“Karena kami di kursi DPRD Sidoarjo hanya mendapatkan 7 kursi, maka kami akan koalisi dengan sejumlah partai lainnya. Kami sudah komunikasi dengan Partai Nasdem, PPP, PAN dan Partai Golkar untuk memberangkatkan Bacabup dan Bacawabup,” tegasnya.

Sementara itu, Bacabup H. Agung Sudiyono mengaku tidak hanya mendaftar Partai Gerindra. Pihaknya juga bakal mendaftar di PAN Sidoarjo. Hal itu setelah berkomunikasi dengan pengurus DPD PAN Jatim.

“Sidoarjo itu butuh perubahan. Karena itu kami sadar harus ikut kontestasi Pilkada ini”, tutur H. Agung Sudiyono, CEO PT. Karya Agung Anfaunnas.

“Tidak ada yang mendorong saya maju. Ini keinginan saya dan tim yang sudah tersebar di 353 desa/kelurahan yang ada di 18 kecamatan di Sidoarjo,” ungkapnya.

Pria yang akrab dipanggil Gus Agung, yang juga seorang Mubaligh itu mengatakan, ada beberapa persoalan yang harus dibenahi di Sidoarjo. Diantaranya masalah sampah, kemacetan, dan langganan banjir yang belum teratasi. Termasuk soal setiap investor yang masuk harus 50 persen menggunakan tenaga lokal Sidoarjo.

“Kami akan garap sektor pariwisata dalam 3 tahun. Pasalnya, Sidoarjo rugi kalau punya Bandara Udara dan Terminal Bungurasih, tapi wisatawan dalam dan luar negeri justru berkunjung ke daerah lain tanpa transit ke Sidoarjo”, ujarnya kepada Indonesiapos.news.

“Kalau ada wisata di Sidoarjo UMKM akan maju, perhotelan, parkir maupun soal makanan (kuliner) akan maju pesat,” tegasnya. (az)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here