Enam Titik Penyekatan di Kota Pasuruan

0
52
KETAT: Petugas kepolisian siaga di simpang Jalan Diponegoro dekat kantor PLN lama.(Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Pasuruan, IP.News – Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Kemarin (7/7), enam titik dilakukan penyekatan sejak pagi. Warga yang tampak berkerumun langsung dibubarkan oleh aparat penegak hukum (APH).

Simpang empat penjara, misalnya. Tim satgas melakukan penyekatan di sisi timur. Sehingga pengguna jalan dari arah selatan pun harus belok ke sisi barat lewat Jalan Gajah Mada. Sementara dari arah utara harus lurus ke selatan melintas Jalan Panglima Sudirman atau belok ke Jalan Gajah Mada.

Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Yudiono mengungkapkan ada enam titik penyekatan yang dilakukan APH. Di antaranya simpang empat PLN Lama (Jalan Diponegoro), Simpang empat Niaga raya, Simpang tiga Jalan Sumatera, Simpang empat Penjara ke arah timur (Jalan Hayam Wuruk), Simpang tiga PDAM (Jalan Panglima Sudirman-Erlangga), Simpang empat Kebonagung (Jalan Pamglima Sudirman-Untung Suropati). Penyekatan ini dilakukan selama 12 jam mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00.

Pengetatan ini atas perintah Gubernur Jatim karena hasil dari pantauan Pemprov, Covid-19 masih naik dan masyarakat banyak yang tidak patuh memakai masker dan jaga jarak. Sehingga seluruh kota di Jatim, sesuai Inmendagri. No 15 tahun 2021 harus memberlakukan penyekatan. Kecuali, kepentingan berobat, domisili serta kepentingan kerja dan cari makan.

“Penutupan ini atas perintah Pemprov Jatim. Seluruh kota serentak memberlakukan, seperti Surabaya, Malang dan Mojokerto. Karena dalam tiga hari PPKM darurat ini, justru angka konfirmasi Covid 19 malah naik, bukannya turun,” ungkapnya.

Mantan Kasatlantas Polres Sumedang, Jabar ini menjelaskan mulai Kamis, penyekatan akan dilakukan lebih pagi, yakni pukul 08.00. Pihaknya sendiri menerjunkan 12 orang personel dan dibantu dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub). Setiap titiknya, ada dua personel polisi dan masing masing satu dari Dishub dan Satpol PP.

Pihaknya juga akan terus mobile. Setiap ada masyarakat yang membuat kerumunan, pasti akan di bubarkan. Tak hanya itu, APH juga akan semakin mengintensifkan penegakan yustisi, agar tidak ada masyarakat yang bandel tidak taat protokoler kesehatan seperti tidak menggunakan masker. Tentu yang melanggar akan dikenakan sanksi.

“Masyarakat yang bandel seperti warung yang tidak mematuhi untuk take away atau membuat kerumunan, tentu ada sanksi. Nanti kami bahas dengan tim satgas terkait hal ini. Kami tekankan ini untuk kebaikan masyarakat,”sebut nya.

Sementara itu, salah satu pemilik warkop di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Ayub, 68 mengaku omset yang diperolehnya menurun selama PPKM. Sebab selama ini warkopnya beroperasi mulai pukul 16.00 hingga 00.00. Selama PPKM, sejak pukul 19.00 sudah sepi karena jalan ditutup.

“Ya sepi, mas. Imbas dari penutupan Jalan Panglima Sudirman. Kebanyakan pelanggan saya itu dari luar jalan ini. Cuma saya mendukung aturan ini demi kesehatan dan keselamatan bersama,” sebut Ayub. (*)

Sumber : radarbromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here