FKIP UNUSA Perkenalkan Budaya pada Mahasiswa Asing

0
398

Surabaya, IP..News – Tepatnya pada Jumat (18/11/2022), di Kampung Lali Gadget, Wonoayu, Sidoarjo, ada gelaran perkenalan budaya pada warga asing. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nadhlatul Ulama Surabaya (UNUSA) mengundang warga asing ke desa Wonoayu, Sidoarjo. Mereka adalah mahasiswa dari University of Northern Philippines (UNP) dan 3 universitas dari Malaysia.

Dari Malaysia, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Universiti Malaysia Kelantan (UMK), dan Universiti Malaysia Perlis (UMP). Khusus dari Malaysia ada mahasiswa 11 orang mahasiswa semua. Adapun yang dari UNP Filipina, ada 4 mahasiswa dan 4 dosen mereka. Jadi, semuanya warga asing yang datang di Kampung Lali Gadget ada 19 orang.” Papar Dr. Muhammad Syaikon Koordinator lapangan.

Program Pertukaran mahasiswa ini difasilitasi oleh Genus (Global Engagement Nahdlatul Ulama Surabaya). Adapun khusus pada Jumat itu, FKIP sebagai pemrakarsa. Acara dipimpin langsung oleh Dekan FKIP, Dr. Mohammad Thamrin dan Wadeknya, Dr. Nafiah. Hadir pula para Kaprodi dari Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Guru SD (PGSD). Juga beberapa masiswa dan para dosen.

“Program ini diharapkan berdampak pada pengenalan seni dan permainan tradisional ke manca Negara. Jangka panjang, ada pemahaman dan toleransi antarbangsa, minimal antarmahasiswa asing.” Ungkap Dekan FKIP, Dr. Muhammad Thamrin, yang juga diiyakan oleh Wadek, Dr. Nafiah.

“Kawan dosen PBI, siapkan permainan ya! Untuk kita praktikkan di arena Kampung Lali Gadget bersama.” Saran Kaprodi, Tiyas Saputri, M.Pd., sebelum berangkat ke arena desa Wonoayu.

Hadir pula, Prof. Dr. Siti Maghfirotun Amin, untuk memberikan dukungan dan motivasi pada dosen-dosen muda dan mahasiswa. Ada juga koordinator Lapangan, yang selalu mendampingi dalam satu Bus rombongan bersama mahasiswa asing, Dr. Muhammad Syaikon.

Mereka turut bergerak dan membangkitkan para peserta pertukaran mahasiswa asing ini. Berbagai permainan tradisional disuguhkan.

Ada balapan Gapyak, Egrang dan Sandal jepit kayu, serta berbagai permainan lain diperagakan. Lomba Egrang, antara mahasiswa Indonesia, Filipina, dan Malaysia pun dilakukan. Juara satu dari Filipina. Tarik Tambang juga dilombakan. Tentu saja ini secara tidak langsung untuk memperkenalkan permainan tradisional ke manca Negara.

“Nanti jika kami pulang, kami akan mencoba memperkenalkan permainan tradisional ke Negara kami. Khsusus yang tidak ada di negera kami. Kalau Gapyak dan Egrang, sudah ada di negera kami sehingga. Jadi, ini tampak ada persamaan antara Indonesia dengan Filipina.” Ungkap salah satu Dosen dari Filipina.

Hal ini sangat tepat karena pertukaran antarbudaya asing merupakan salah satu kegiatan Universitas Nahdlatul Ulama mengajak mahasiswanya menjadi insan yang” Rahmatan lil Alamin.” (Dj/Bas).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here