Kacab Pembantu BPJS Ketenagakerjaan Nganjuk Jelaskan Manfaat Jadi Peserta

0
90
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pembantu Nganjuk, Bisri Yusmadi

NGANJUK, IP.News – Badan Penyelenggara Jaminan Soaial (BPJS) Ketenagakerjaan sudah aktif beroperasi sejak 1 Juli 2015, dengan berfokus memberi jaminan bagi para pekerja. Baik penerima upah atau pekerja formal, maupun bukan penerima upah atau informal. Lembaga bentukan pemerintah yang akrab dengan sebutan BPJamsostek ini juga didsari oleh Undang-Undang No 40/2004 tengan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pembantu Nganjuk, Bisri Yusmadi menerangkan, ada banyak manfaat bagi para peserta BPJamsostek. Misalnya, Bisri menyebut, ada empat program unggulan. Yaitu jaminan pensiun, jaminan kematian, kecelakaan kerja dan jaminan hari tua (JHT).

“Kita tidak tahu resiko ke depan seperti apa. Khususnya pada pekerja, baik formal atau informal. Kekhawatiran resiko tidak hanya soal kematian, ataupun kecelakaan kerja. Bisa saja dalam bentuk ekonomi, misalnya berkurangnya penghasilan,” urai Bisri saat menjadi narasumber di RSAL FM, Rabu (23/06/2021).

Bisri menambahkan, peserta dari kalangan formal adalah yang ditanggung oleh lembaga, perusahaan, maupun badan usaha lainnya. Terutama untuk jaminan kecelakaan kerja dan kematian yang dibebankan kepada pemberi kerja “Sesuai undang-undang yang ditetapkan,” lanjutnya.

Untuk program JHT, kata Bisri, rinciannya adalah sebesar 5,7 persen dari iuran rutin setiap bulannya. Dengan rincian 3,7 persen dibebankan pemberi kerja, dan 2 persen sisanya adalah peserta. Kemudian untuk jaminan pensiun, sebesar 3 persen dari iuran. Dengan rincian 2 persen ditanggung pemberi kerja, dan 1 persen adalah peserta.

Adapun dari kalangan informal, Bisri menerangkan, peserta hanya membayar iuran Rp 36.800 setiap bulannya. Dengan rincian Rp 20 ribu untuk tabungan, Rp 10 ribu untuk asuransi kecelakaan kerja, dan Rp 6.800 untuk asuransi kematian. “Pekerja informal antara lain petani, pedagang atau profesi lain yang tidak menerima upah dari pemberi kerja,” lanjutnya pada acara yang dipandu Asti Hanifa itu.

“Tidak perlu khawatir, karena kami adalah program pemerintah dan diawasi oleh OJK. Untuk aktivitas lain, juga dapat diakses pada aplikasi BPJSTKU. Kami imbau kepada seluruh lembaga, baik pemerintah maupun swasta yang mempekerjakan karyawan, agar mendaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena banyak manfaat yang akan didapat,” tutupnya. (*)

Sumber : PING

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here