Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Dokumen Desa Maddah di Nyatakan P21 Oleh Kejari Sampang

0
780
Tersangka Ismail saat saat di giring ke Kejari Sampang, Selasa (22/05/2018)

Sampang, IP.News – Buntut dari ratusan massa yang mengatasnamakan warga Desa Gunung Maddah, Kecamatan/ Kabupaten Sampang, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri setempat, Selasa (22/05/2018), guna meminta kejelasan dan keadilan hukum terkait kasus pemalsuan stempel dan tanda tangan dokument desa yang diduga dilakukan oleh Ismail warga setempat ,pada hari ini kejaksaan Negeri Sampang langsung menahan Ismail setelah pelimpahan dan bukti sudah lengkap , P21 (pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap),dan dia segaja memalsukan surat atau berkas .

Sementara Intel kejari Joko Suharyanto membenarkan bahwa ismail dalan pemanggilan yang kedua langsung saya tahan dulu dalam 20 hari semenjak tanggal 24 mei sampai 12 juni karena alat bukti sudah cukup berdasarkan data dari JPU dengan segaja memalsukan surat maka dari itu kami langsung tahan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Karena terbukti jadi tersangka pemalsuan surat dengan bukti yang telah ada, Dalam kasus ini Ismail telah melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Lanjut Joko apabila nanti di dalam persidang terbukti maka dia akan di putus hukum 5 tahun penjara karena segaja memalsukan surat atau dokument lainnya,” ucapnya.

Sementara tokoh masyarakat Nungmaddah KH. Muhammad Holil tidak terima dengan penahan yang di lakukan oleh kejaksaan karena ismail tersebut merupakan guru yang sagat di butuhkan di sekolah setempat.

Dia meminta agar di beri penangguhan atau di beri kerigan agar bisa di tahan luar , untuk tetap bekerja megajar di sekolah ,karena apa yang di lakukan ismail haya keteredoran saja dan Dia melakukan itu karena ada sebab,” Jelasnya ( JUM )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here