Kasus Positif Covid-19 di Sidoarjo Masih Tinggi, Gugus Tugas Maksimalkan Rapid Test

0
215
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin rapat evaluasi masa transisi new normal di Sidoarjo.

Sidoarjo, IP.News – Kasus positif Covid-19 di kabupaten Sidoarjo diketahui masih menunjukkan angka yang tinggi. Sampai dengan hari Rabu, (17/6/2020) jumlah kasus terkonfirmasi positif mencapai 1.057 orang. Sejak diberlakukan masa masa transisi new normal rata-rata ada penambahan kasus positif 32 orang setiap harinya. Sidoarjo termasuk daerah dengan kasus tertinggi di Jawa Timur setelah kota Surabaya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidorjo untuk melakukan langkah – langkah yang kongkrit agar penyebaran Covid-19 di Sidoarjo bisa terkendali.

Dari hasil evaluasi masa transisi new normal di Sidoarjo, Khofifah menilai tracing yang dilakukan Sidoarjo masih belum maksimal. Terutama klaster pasar di daerah Taman dan waru. Kedua kecamatan tersebut merupakan daerah paling tinggi jumlah kasus positifnya, kemudian disusul kecamatan Sidoarjo.

“Kita melihat tren kenaikan kasus positif di Sidoarjo masih tinggi, terutam kecamatan Waru, Taman dan kecamatan Sidoarjo. Jumlah kasus positif di Sidoarjo dipredikasi terus meningkat karena akan dilakukan test swab massal dengan mobil PCR”, ujar Khofifah di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (17/6/2020).

Selain itu, Khofifah menilai tracing yang dilakukan di Sidoarjo masih belum optimal. “dari hasil evaluasi menunjukan bahwa Sidoarjo belum maksimal dalam melakukan tracing. Sehingga banyak ditemukan kasus baru”, ujarnya.

Pemerintah kabupaten Sidoarjo sudah merencanakan akan melakukan rapid test massal. Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan pihaknya sudah pesan 50.000 rapid test. Sidoarjo juga sudah melakukan rapid test sebanyak 8.000 an orang.

“Langkah pertama yang akan kita lakukan adalah dengan memaksimalkan tracing, kedua kita sudah pesan 50.000 rapid test. Terutama di daerah zona merah akan dilakukan rapid test massal. Langklah ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran. Jika ada temuan kasus reaktif maka akan dilakukan test swab mobil PCR yang sudah disiapkan di GOR. (ir/kominfo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here