LSM PERJUANGAN RAKYAT LAPORKAN DUGAAN KORUPSI BSP KE POLRES SITUBONDO

0
365

Situbondo, IP.News – Pandemi COVID-19 masih menjadi tanda tanya besar kapan akan berakhir. Pemerintah berupaya mengatasi dengan berbagai cara untuk memutus rantai penyebaran pandemic COVID-19 sampai kepada dampak yang diakibatkan oleh COVID-19, diantaranya adalah memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu berupa Bantuan Sembako Pangan ( BSP ).

Namun maksud baik pemerintah sering disalahgunakan oleh oknum pelaksana dibawah yang telah dipercaya oleh pemerintah sebagai agen, penyaluran BSP dinilai tidak layak kondumsi dan harganya juga tidak sesuai dengan yang ada di pasaran. Hal ini terjadi di agen “ TOKO MANIS “ no agen BNI 082154215 atas nama Ahmad Khotib desa Kalianget tepatnya di dusun Saletreng selatan kecamatan Banyuglugur kabupaten situbondo.

Banyak Warga protes dengan keberadaan barang yang diterima tidak layak di konsumsi, karena dengan saldo di ATM senilai Rp. 200.000,00 ( Dua ratus riu rupiah ) hanya mendapatkan: 1. Beras 15 kg 2. Telur 1 kg 3. Kacang tanah ¾ kg itupun kualitas barangnya mengecewakan.

Hairul selaku menantu Ahmad Khotip yang juga pegawai kecamatan Banyuglugur serta petugas TKSK menjelaskan kepada LSM Perjuangan Rakyat, harga beras per 1 kg Rp.9500,00, telur per kg Rp.25.000,00, dan Kacang tanah Rp.27.000,00 per kg. tandasnya sebagai juru bicara Ahmad Khotip.

Menurut Abdul Azis selaku korlap LSM Perjuangan Rakyat mengatakan, “ Dalam pelaksanaan pemberian BSP ( Bantuan Sembako Pangan ) diduga banyak penyimpangan baik kualitas maupun kuantitas, faktanya pemberian bantuan pemerintah senilai Rp.200.000,00 ( Dua ratus ribu rupiah ) tidak sesuai dengan yang diterima oleh masyarakat, maka dari itu kami melaporkan hal ini untuk ditindak lanjuti oleh aparat hukum Polres Situbondo sebagai dasar pelaporan kepada Tipikor Polda Jatim.

Konsekwensi dari tindakan yang dilakukan Oleh pemilik Toko Manis di dusun seletreng selatan RT.2 RW.1 Desa Kalianget Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo, harus di proses secara hukum karena diduga banyak keterlibatan oknum yang bermain.

Kemudian sambungnya yang namanya HAERUL berstatus ASN tapi juga menjadi pendamping pendistribusian sembako parahnya lagi di rumah sendiri dijadikan agen pendistribusian yang diatas namakan mertuanya, yang terakhir kami juga melaporkan pihat terkait dalam hal penyimpangan dalam kualitas pendistribusian beras kepada masyarakat, tandasnya kepada IP. (Her/Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here