MEMBUMIKAN LITERASI

0
380
SHOLAHIYAH, M.Pd.

Buku Adalah Jendela dunia, melalui buku berbagai pengetahuan dapat diketahui dan dipelajari, Buku juga sebagai nutrisi bagi jiwa, ibarat sebuah makanan yang selalu menyuplai energi bagi raga. Begitu pentingnya peran buku dalam kehidupan manusia,

Membaca Adalah memahami rangkaian makna, bukan sekedar mengeja bahan Pustaka. Artinya Pandai membaca adalah proses yang terus dipelajari, jauh sesudah kita menggabungkan suku kata yang berarti. Karenanya pembaca Jagoan adalah yang terus mengusahakan pengenalan lingkungan, bukan sekedar melafadkan tulisan.

Membaca, menulis ( Literasi ) merupakan salah satu aktifitas penting dalam hidup. Sebagian proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik mempengaruhi tingkat keberhasilan baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Pentingnya literasi ditekankan dalam wahyu Allah yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, Yakni perintah membaca yang dilanjutkan mendidik melalui literasi.

Dalam konteks Pendidikan Nasional kita, minat baca tulis masyarakat kita sangat mengkhawatirkan . Hal ini disebabkan adanya perbagai persoalan, misalnya anak anak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menonton TV dan menikmati Gadget daripada membaca buku. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal, seringkali belum memiliki program pengembangan literasi, atau menumbuhkan budaya baca tulis secara sistemik. Padahal peserta didik menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah.

Ancaman global rendahnya literasi bangsa Indonesia sekarang ini akan semakin melemahkan daya saing bangsa dalam persaingan global yang smakin kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi ini adalah akibat turunan dari rendahnya kemampuan baca tulis.

Melihat persoalan bangsa yang sedemikian krusial dalam hal kesadaran literasi dibutuhkan kerjasama banyak pihak untuk mengatasinya . paling penting adalah tindakan nyata yang bukan sekedar wacana semata. Diperlukan intervensi secara sistemik dan berkelanjutan untuk menumbuhkan budaya literasi masyarakat.

Pendekatan yang dianggap paling efektif adalah Penyadaran literasi sejak dini dengan melibatkan dunia pendidikan. Hal ini karena tidak dipungkiri hampir seluruh anak berstatus sebagai pelajar dan melalui proses pendidikan sebuah program yang sistematik bisa masuk dengan efektif.

Aksi nyata perbaikan budaya literasi melalui sebuah program yang disebut gerakan literasi sekolah, sangatlah penting . dimana gerakan literasi sekolah adalah sebuah gerakan penyadaran literasi yang dimulai dari lembaga pendidikan dengan sasaran kegiatan mengajak semua pihak untuk terlibat dalam usaha penyadaran budaya literasi, yakni Sekolah, sebagai lembaga yang menjadi tempat pelaksanaan gerakan. guru sebagai tenaga pendidik dan teladan bagi siswa.

Siswa sebagai sasaran utama gerakan. pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Pengelola perpustakaan sebagai pusat kegiatan baca tulis perusahaan sebagai penyumbang buku dan media massa sebagai saluran informasi masyarakat.

Bentuk kegiatan gerakan Literasi sekolah adalah sebuah program intervensi pembudayaan literasi yang tepat , mudah dilaksanakan dan dilakukan secara sistemik komprehensif, merata pada semua komponen sekolah berkelanjutan dan dikelola secara professional oleh lembaga yang kredibel.

Kegiatan yang akan dilakukan dalam gerakan literasi disekolah ini adalah : program membaca rutin di sekolah, seminar dan workshop tentang literasi .Program pengembangan mencakup penambahan koleksi buku maupun inovasi lain untuk mendekatkan siswa pada perpustakaan misalnya melalui kegiatan perpustakaan kelas.

Dalam pendidikan kita, membaca bukan sekedar cerita yang penting buat masyarakat diatas kertas. Mari mulai mendidik untuk membaca buku dengan aktif, bukan sekedar aktif membaca buku. Kita perlu terus jatuh cinta pada bacaan, karena sesungguhnya kemerdekaan disetiap halamannya adalah kesempatan melakukan perubahan sepanjang hayat.

Kalau semua itu bisa terlaksana dengan baik, otomatis Semua itu akan bisa menjawab keprihatinan dan kecemasan publik, karena membaca bisa jadi kunci perubahan, karena motivasi utama pembaca adalah sikap ingin tahu, lawan utamanya adalah sikap sok tahu. (*)

* Penulis adalah Pengajar di SMP MA’ARIF AL KARIMI DUKUN – GRESIK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here