Mengenang Pak Tjuk dan Gelora Idealismenya

0
415
Oleh: Dr. Djuwari, M.Hum
President of International Association of Scholarly Publishers, Editors, and Reviewers (IASPER)
Dosen Bahasa Inggris STIE Perbanas Surabaya

Kita perlu mengenang idealisme Bapak Ekonomi Jawa Timur, Almarhum Dr. H. Tjuk K. Sukiadi (Pak Tjuk, panggilan akrabnya). Sejak dikabarkan sakit, kami semua selalu ter-update berita perkembangan selama dirawat di rumah sakit. Kami, akhirnya kaget. Berita meninggalnya Pak Tjuk (Sabtu, 16 Januari 2021) mengisahkan banyak goresan tinta yang tidak mungkin bisa ditulis semua dalam satu judul. Secara pribadi, ada pengalaman tersendiri bersama Pak Tjuk ini.

Saya bergabung di STIE Perbanas Surabaya resmi sejak 1 Oktober 1989 (32 tahun lalu). Saat itu, saya bertemu dengan Pak Tjuk sebagai salah satu kepemimpinan presidium di kampus ini. Sebelum sebagai Ketua, awalnya, Pak Tjuk sebagai Pembantu Ketua I, bersama Ketua saat itu Prof. Drs. Ec. H. Miendrowo Prawirodjoemeno. Pak Tjuk senantiasa mengajak dosen muda berkarya dan bekerja keras. Istilah yang dipakai saat itu, yaitu kata Obsesi. Pak Tjuk selalu mewanti wanti, kita harus punya obsesi.

Obsesi itu adalah untuk mengembangkan kampus STIE Perbanas Surabaya. Banyak dosen muda yang terpacu dengan semangat idealisme Pak Tjuk. Saat bersama Pak Tjuk di Kampus ini, semua dosen muda terpacu. Dalam setiap waktu , hari, minggu, bulan, dan tahun harus ada kemajuan meskipun sedikit demi sedikit (incremental improvement). Namun, kemajuan itu harus merata. Tidak boleh hanya satu bagian saja.

Kemerataan kemajuan sebuah organisasi memang menjadi kunci. Sejak itulah, kampus STIE Perbanas berkembang sangat pesat. Perkembangan kampus tidak hanya berupa fisik pembangunan gedung saja, melainkan juga mutu sistem dan operasionalnya yang sangat konsisten dan maju terus. STIE Perbanas Surabaya jaya dalam koridor idelisme Sang Begawan ekonomi, Dr. H. Tjuk K. Sukiadi.

Kemajuan itu berkat idealisme dosen dosen muda yang digelorakan idealismenya oleh Pak Tjuk. Siapa pun dosen, pada awal 1990-an, saat itu, tahu bahwa bekerja di kampus bagaikan tinggal di rumah sendiri. Kita kerasan dan gayeng bekerja keras, senantiasa terpacu.

Di masa Pak Tjuk, idealisme dosen muda selalu terealisir secara nyata. Misalnya saja, saat itu belum ada istilah matakuliah English for Specific Purposes (ESP), untuk Bahasa Inggris untuk mahasiswa bukan jurusan Bahasa Inggirs. Namun, ketika ide tentang pendekatan ESP itu saya cetuskan, maka Pak Tjuk langsung merealisasikan, tanpa Ba Bi Bu, karena tahu itu ide bagus dan realistis idealis.

Sejak itulah, kampus STIE Perbanas dalam tarnskrip nilai ijasah mahasiswa atau alumninya, sudah ada nama matakuliah ESP on Managment dan ESP on Accounting, termasuk juga English for Bangking. Baru akhir-akhir ini, banyak bertebaran, semarak, penawaran program ESP dari instansi luar kampus. Kalau di STIE Perbanas Surabaya, sudah ada sejak Pak Tjuk menggelorakan ide-ide dosen muda.

Tidak sekadar idealisme saja, Pak Tjuk sangat menghargai karya anak muda. Misalnya saja, tulisan saya di majalah Kampus (Fiducia, saat itu, sebelum ada Ventura jurnal ilmiah saat ini), isinya dibahas dalam suatu rapat dosen. Dulu ada budaya pertemuan dosen setiap bulan di kampus STIE Perbanas Surabaya.

Pada saat itu, sebuah artikel saya di majalah Fiducia berjudul “KAIZEN Kiat Manajemen Jepang.” Isinya langsung dibahas di dalam rapat dosen—pertemuan bulanan. Ide itu sebenarnya juga terinspirasi oleh nasihat-nasihat Pak Tjuk. Budaya Kaizen itu sangat baik untuk mengembangkan sebuah organisasi. Incremental imrpovement harus terjadi di seluruh bagian organisasi. Saat itu yang dimaksud adalah organisasi perguruan tinggi yaitu kampus.

Masih banyak lagi ide-ide dosen muda yang digelorakan. Banyaknya kisah dan cerita tentang idealisme Pak Tjuk bisa digoreskan oleh banyak kalangan dosen dan anak-anak muda lainnya. Jika dirangkum, semua goresan itu akan menjadi sebuah buku besar renungan generasi penerus.

Selamat Jalan Bapak Dr. H. Tjuk K. Sukiadi dan Semoga Husnul Khotimah, juga semoga diterima semua amal baiknya selama hidupnya oleh Allah swt… Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here