Mutu Tinggi Pasar Seret

0
470
Dr. Djuwari
Dosen Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya,
President of International Association of Scholarly Publishers, Editors, and Reviewers (IASPER)

Awal munculnya istilah Lean and Agile, banyak perusahaan baik manufaktur maupun jasa menerapkan konsep tersebut. Dulu, Lean mengarah dipangkasnya prosedur berbelit dan zero defect. Perusahaan super hati-hati agar produknya tanpa cacad. Sementara Agile mengarah pada kecepatan mengambil kesempatan (opportunity), utamanya respon terhadap dinamika pasar.

Dalam perjalanan kehidupan bisnis, ternyata banyak perusahaan terjebak pada Lean yang salah. Mereka lupa pada Agile. Akibatnya, banyak stagnan. Mereka kalah cepat dengan dinamika pasar. Akhirnya, mereka terlena dan sepi pasarnya.

Menurut Doanh Do (2017), ada lima prinsip konsep Lean. Pertama, define value, yaitu menentukan nilai, harapan pasar. Kedua, map the value, mengidentifikasi keinginan pasar dan buatlah proses sesuai keinginan itu. Ketiga, create the flow, yaitu buatlah alur proses yang jelas, jangan sampai ada perbedaan persepsi terhadap alur proses. Keempat, establish pull, yaitu hapus semua alur yang ribet, ganti dengan yang dinamis. Kelima, persuit perfection, yaitu perbarui terus prinsip kesatu sampai keempat, agar tercapai kesempurnaan dan terhindar keribetan: molornya proses.

Banyak yang lupa prinsip keempat dan kelima. Hapuslah prosedur yang mbulet. Gantilah dengan prosedur yang lebih dinamis. Konsep ini dilupakan oleh kebanyakan para pengambil kebijakan di perusahaan. Akibatnya, mereka terjebak pada stagnasi dan lambat merespon pasar.

Ada penelitian menarik tentang perusahaan salah terapkan konsep lean organisation. Pada 2019, ada penelitian dilakukan oleh Amir Qomar (2019) kolaborasi dengan kawan-kawannya. Hak cipta terbitnya oleh University of Birmingham. Temuannya mencengangkan. Penjaminan mutunya benar-benar hebat karena produksinya tanpa cacad (zero defect). Semua prosedur mutu dan dokumen dirapikan. Pokoknya, catatan mutunya super hebat.

Penelitiannya mengambil sampel 140 perusahaan otomotif di Eropa. Mereka tertinggal oleh dinamika pasar otomotif yang sangat dinamis. Perusahan otomotif ini terjebak pada prosedur. Mereka mengutamakan mutu tetapi lupa konsep keempat dan kelima, pangkas prosedur yang mbulet, dan perbaiki sampai paling sempurna untuk merespon pasar.

Mereka lupa bahwa pasar bergerak cepat. Akhirnya, produk-produknya yang tanpa cacad dan berkualitas tidak terserap pasar. Semua menumpuk di dalam gudang. Padahal inventory itu biaya mahal. Kemandegan inilah yang mereka tidak menyadari. Produk-produk tersebut melalui proses penjaminan mutu yang ketat. Pokoknya, pelaksanaan prosedur dipatuhi agar tanpa cacad.

Ternyata, konsep lean yang awalnya struktur organisasi datar (flat) agar dinamis, akhirnya terjebak pada prosedural yang membunuh diri mereka sendiri. Waktu justru habis, mengotak atik prosedur tanpa cacad. Mereka ketinggalan pasar yang dinamis. Produknya bermutu tinggi tetapi tidak diminati pasar.

Mengindari cacad produk dan menjaga mutu itu baik dan benar, bahkan wajib. Namun, adaptasi pada dinamika pasar juga penting. Konsep Lean itu justru memangkas keribetan bukan menambah prosedur yang berbelit. Konsep Lean itu flat organisation, agar cepat bergerak

Lean harus diimbangi dengan agility. Produk bermutu tinggi tetapi tidak terserap pasar justru lebih berbahaya. Pasar dan tuntutannya (demand) sudah berubah. Ciptakan nilai (value) tetapi buatlah alur dan prosedur yang bernilai tinggi, cepat dan singkat, dinamis sesuai dengan gerakan pasar.

Ternyata, mutu tinggi tidak diimbangi dengan kecepatan respon pasar berakibat perusahaan terpuruk. Mereka merasa percaya diri karena menerapkan prosedur penjaminan mutu. Tetapi, tidak diimbangi dengan kecepatan dinamika pasar. Ini benar-benar pelajaran menarik (a lesson-learned) bagi siapa saja yang mengelola baik perusahaan manufaktur maupun jasa.

Sekali lagi, meningkatkan mutu yang unggul melalui penjaminan mutu itu penting dan bahkan wajib. Tetapi, jangan lupa adaptasi dinamika pasar. Terapkan prinsip Lean yang keempat dan kelima! Itulah, inti yang sangat menarik hasil penelitian yang dilakukan di Eropa baru-baru ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here