Nganjuk Jadi Salah Satu Percontohan Sekolah Penggerak di Jatim

0
231

Nganjuk, IP.News – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) resmi meluncurkan program Sekolah Penggerak. Kabupaten Nganjuk sendiri ditetapkan sebagai salah satu percontohan atau field project, dengan delapan daerah lainnya di Jatim.

Sebagai informasi, Sekolah Penggerak merupakan upaya mewujudkan Indonesia Maju melalui bidang pendidikan. Dengan berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara horistik, yang mencakup kompetensi literasi maupun numerasi. Kemudian karakter, yang di awali dengan Sumber Daya Manusia (SMD) yang unggul, yakni kepala sekolah dan guru.

Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Dra. Sri Handariningsih, MM menjelaskan, ada sebanyak 36 lembaga di Kota Bayu yang ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak. Dengan rincian, TK sebanyak 12 lembaga. Kemudian SD 16 lembaga, dan SMP sebanyak 8 lembaga.

Wanita berhijab ini menjelaskan, Sekolah Penggarak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. “Jadi akan mengakselerasi sekolah. Baik negeri atau swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak satu atau dua tahap lebih maju dalam kurun waktu tiga tahun ajaran. Program ini dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem, hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Sekolah Penggerak,” jelasnya saat ditemui PING di ruang kerjanya, Senin (21/06/2021).

Ia juga menerangkan, dalam Sekolah Penggerak, terdapat lima intervensi yang terkait. Dan tidak bisa dipisahkan. Pertama, adalah program kemitraan antara Kemendikbud Ristek dengan pemerintah daerah. Dimana Kemendikbud Ristek memberi pendampingan implementasi program tersebut. “Sampai sekarang Kemendikbud Ristek terus mendampingi,” Terangnya.

Kemitraan kedua adalah penguatan SDM. Yaitu bagi kepala sekolah, pengawas, penilik sekolah maupun guru. Caranya melalui pelatihan dan pendampingan secara intensif. Dan yang ketiga adalah pembelajaran dengan paradikma baru. Yakni pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kopetensi dan pengembangan karakter yang sesuai pada nilai Pancasila melalui pembelajaran di dalam dan di luar kelas. Untuk kemitraan keempat adalah perencanaan berbasis data. Dan kelima, digitalisasi lembaga pendidikan sesuai dengan era saat ini.

“Ada banyak manfaat untuk lembaga yang bisa mengikuti program Sekolah Penggerak. Dua di antaranya adalah meningkatkan SDM, atau kompetensi kepala sekolah dan guru. Serta meningkatkan hasil mutu pendidikan, dimana membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan,” tambahnya.

“Karena ini merupakan penyempurnaan transformasi pendidikan, diharapkan program yang dilakukan dapat terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia, menjadi Sekolah Penggerak. Serta terciptanya profil pelajar Pancasila, sehingga apa yang menjadi visi misi pendidikan dapat terwujud,” tutupnya. (ida)

Sumber : Ping Pemkab Ngjk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here