Pelatihan Guru BIPA di STIE Perbanas Surabaya

0
317
Peserta BIPA Sedang Asyik Berdiskusi)

Surabaya, IP.News – Pada Senin sampai Rabu (11-13/11), STIE Perbanas Surabaya menyelenggarakan pelatihan Guru Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Pelatihan ini berkategori Level 1. Program ini dihadiri 26 peserta dari berbagai daerah termasuk dari Riau dan Batam. Program ini dilaksanakan di ruang seminar Gedung D lantai 2, kampus 1, STIE Perbanas Surabaya, Jalan Nginden semolo 34-36, Surabaya.
Acara dibuka oleh Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Yudi Sutarso, SE. M.Si. dan dilanjut dengan program pelatihan BIPA. ?Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi peserta dan bisa menjadi bekal untuk menjadi Guru BIPA serta membuat program BIPA yang berkelanjutan. ? Harapan Yudi Sutarso dalam pembukaan itu. STIE Perbanas Surabaya bekerjasama dengan APBIPA Bali dalam penyelenggaraan ini.
Instruktur BIPA ini oleh Dr. Nyoman Raisa, Direktur Asosiasi Pengajar BIPA (APBIPA) Bali. ?Kita mau jadi apa untuk mengikuti pelatihan ini?? Pertanyaan pembuka sebelum program pelatihan dimulai dengan materi-materi pokoknya. Peserta diajak berdiri melingkar disuruh menjawab satu persatu. Dalam jawaban itu, masing-masing peserta menjawab dengan uraian dan alasannya.
Rata-rata, mereka ingin jadi guru BIPA, meskipun peserta dalam menjawabnya, dengan uraian terlalu panjang. Hari pertama, peserta diberi pengetahuan konsep dan pemahaman apa itu BIPA. Yang paling menarik dalam pemaparan di hari pertama, yaitu para peserta diajak menyadari bahwa Bahasa Indonesia itu penting. Bahasa Indonesia itu lekat dengan jiwa dan budaya. Dengan belajar dan mengajarkan Bahasa Indonesia kepada orang asing, ada dua hasil.
Pertama, kita memberi keterampilan Berbahasa Indonesia kepada orang asing. Kedua kita juga sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada mereka juga.
Namun, yang lebih penting lagi, kita melestarikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional sekaligus Bahasa Internasional. Ini memang sejalan dengan program pemerintah. Sekarang Bahasa Indonesia sudah dicanangkan sebagai Bahasa Internasional. Baru-baru ini dideklarasikan di Surabaya dan dihadiri oleh Negara-negara ASEAN. Itu sebabnya, program BIPA merupakan program yang bersinergi dengan program pemerintah.
Hari kedua, materi sudah mengarah ke praktis pelatihan dan juga materi yang bersifat folosofi pendidikan. Banyak petua petua yang diasjikan dalam kelas BIPA ini. Nyoman Risa sering menyisipkan materi pemahaman manusia seutuhnya. Siswa asing itu orang baru. Ketika datang, bisa juga mereka tidak memiliki pengetahuan budaya di Indonesia. Intinya, Guru BIPA juga harus memiliki pengetahuan budaya.
Mengajarkan Bahasa Indonesia kepada mereka tidak sama dengan mengajarkannya kepada orang Indonesia sendiri. Ini membutuhkan keterampilan guru untuk memahami siswa asing itu dan budaya Indonesia. Berbagai strategi diberikan. ?Berilah kemudahan (facility). Buatlah sesuatu yang rumit menjadi lebih mudah untuk dipahami dan dimengerti, termasuk dilakukan.? Papar Nyoman Raisa kepada peserta.
Di akhir pertemuan, para peserta diberikan waktu untuk menyampaikan kesan-pesan. ?Saya merasakan semua materi sangat bermanfaat. Saya jadi paham dan mengerti setelah diberikan praktik nyata. Teori yang tinggi dan pengetahuan yang rumit yang sulit diuraikan akhirnya bisa jelas dalam praktik pelatihan di BIPA. Semua itu bisa dicontohkan dalam praktik. Di situlah kita lihat praktik nyata, baru kita paham teori yang rumit sekalipun.? Urai Retno, satu peserta di sesi akhir ini. (DJ/Bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here