Penggunaan Dana BOS di Yayasan Bakti Pertiwi di Duga Ada Penyimpangan

0
74
Salah satu gedung sekolah luar biasa milik Yayasan Bakti Pertiwi Banyuwangi

Banyuwangi, IP.News – Yayasan Bakti Pertiwi yang bergerak dalam Pendidikan Luar Biasa ini di duga menyalah gunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Terkuaknya indikasi penyalahgunaan dana BOS oleh Ketua Yayasan ini berawal dari informasi masyarakat

Yayasan Bakti Pertiwi mempunyai 3 lembaga pendidikan luar biasa yaitu SDLB dan SMPLB di Kecamatan Kalibaru, SDLB di Kecamatan Glenmore, dan SMALB di Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.

Beberapa masyarakat yang mengetahui kondisi para guru yang mengajar di Yayasan Bakti Pertiwi sangat memprihatinkan, mereka mengaku hanya mendapatkan honor sebesar 250 ribu rupiah sedangkan Kepala sekolah hanya diberikan honor sebesar 500 ribu rupiah.

Salah satu guru SDLB Bakti Pertiwi saat ditemui awak media menuturkan memang benar adanya jika gur-guru yang mengajar di Yayasan Bakti Pertiwi diberi honor 250 ribu rupiah per bulan dan Kepala Sekolah diberikan honor sebesar 500 ribu rupiah per bulan, ungkap Hendra guru yang mengajar di SDLB di Glenmor.

Ketua Yayasan Bakti Pertiwi Handoko, S.Pd, M.Pd yang juga sebagai ASN yang berdinas di salah satu SD Negeri di Desa Sarimulyo. Saat ditemui di kediamanya dirinya menyampaikan bahwa sebagai Ketua Yayasan Bakti Pertiwi tidak pernah mengelola dana BOS, semuanya diterima kan langsung dan di kelola oleh masing-masing sekolah, ungkapnya.

Bahkan Handoko menuturkan persoalan bantuan dana yang menjadi sorotan publik ini sudah ditangani oleh pengawas dari propinsi dan LSM namun mereka tidak menyebutkan nama LSM nya dan tujuannya kedatangan LSM di yayasan miliknya,

Sementara beberapa nara sumber yang terlkait dana BOS yang ada di Yayasan Bakti Pertiwi saat di konfirmasi mereka rata-rata memilih bungkam. Mungkin merasa takut, tindakan yang mereka lakukan terkuak oleh publik

Salah satu bendahara bernama Ida (nama panggilan) yang beralamat di Desa Sraten saat di konfirmasi di rumahnya terkait permasalah itu menyampaikan permohonan maaf karena persoalannya sudah ada yang menanganinya yaitu Pengawas dari Propinsi Jawa Timur yaitu Bapak Drs Catur Sumarto MPd, dalihnya
Pengawas Propinsi yang membidangi pendidikan Luar Biasa saat di konfirmasi di kantor Cabang Dinas Pendidikan Propinsi mengungkapkan persoalan pengelolaan dana BOS yang ada di YAYASAN BAKTI PERTIWI memang perlu pembenahan, kata Drs .Catur Sumarto,.

Namun Pengawas tidak menyebutkan bentuk pembenahannya seperti apa, yang jelas dirinya berulang kali nengatakan Yayasan Bakti Pertiwi dalam tahap pembenahan adminitrasi.

Wakil Ketua DPC LSM KOBRA (Komando Bersama Rakyat) Kabupaten Banyuwangi, Drs.Nuratim saat ditemui dikediamannya menyampaikan agar persoalan ini bisa terang benderang, tidak ada saling curiga mencurigai , sebaiknya pihak penegak hukum yang harus segera menuntaskan persoalan ini , ungkap Drs.Nuratim (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here