
Tulungagung, IP.News– Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai melirik skema pembiayaan alternatif di luar APBD dan dana pusat guna mempercepat pembangunan daerah. Salah satu opsi yang dikaji adalah penerbitan obligasi daerah melalui pasar modal.
Keseriusan tersebut ditunjukkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dengan menghadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI di Hotel Wyndham Surabaya, Kamis (5/2/2026), didampingi Pj Sekda Tulungagung Soeroto, S.Sos., M.M.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Badan Anggaran MPR RI Melchias Markus Mekeng. Sarasehan mengangkat tema “Obligasi Daerah sebagai Alternatif Pembiayaan dan Instrumen Investasi Publik.”
Bupati Gatut Sunu menyatakan, obligasi daerah berpotensi menjadi solusi pembiayaan yang transparan dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan infrastruktur serta layanan publik prioritas.
“Kami mendorong inovasi pembiayaan yang kredibel. Obligasi daerah bisa memberi manfaat langsung bagi pembangunan sekaligus membuka peluang investasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui skema tersebut, masyarakat diharapkan dapat ikut berpartisipasi membiayai pembangunan Tulungagung dengan berinvestasi pada obligasi daerah.
Sinergi pemerintah pusat, daerah, dan sektor keuangan diyakini mampu mempercepat penyediaan dana infrastruktur skala besar serta meningkatkan kualitas layanan publik.














