Pesona “PILLNITZ Scholes & Park” – Dresden-Jerman, diserbu Pecinta Wisata

0
999

Dresden, Jerman, IP.News – Langit cerah di atas kota Dresden, Jerman. Udara yang hangat, menarik saya untuk keluar hotel tempat saya menginap dan berkeliling. Kaki terus berjalan, menelusuri bantaran Sungai Elbe yang indah.

Di Dresden-Jerman banyak wisatawan berkunjung setiap minggunya, karena Dresden merupakan kota ke-4 tujuan wisata (Tourism City) di Jerman.

Keunikan arsitektur Kota Tua Dresden yang tertata indah, dengan aneka cat tembok yg senada. Menambah kecantikan kota Dresden itu sendiri. Dan kota Saxon, sebagai ibukota negara bagian Dresden-Jerman.

Sekitar 15 km dari pusat kota Saxon-Dresden, sampailah langkah kaki saya ke sebuah Taman dan Bangunan Eksotik yang membuat saya tercengang. Sebutlah itu, Si Cantik “PILLNITZ Scholes & Park”.

PILLNITZ Scholes & Park, sebuah istana bergaya Baroque dengan unsur-unsur Chinoiserie unik, dengan taman yang tertata geometris nan indah, yang dibangun pada abad ke-16.

PILLNITZ Scholes & Park, berada di ujung timur kota Dresden di negara bagian Sachsen. Terletak di tepi Sungai Elbe, di bekas desa Pillnitz dulunya.

PILLNITZ Scholes & Park merupakan kediaman musim panas dari raja dan keluarga bangsawan Saxony. Namun, Kepemilikan komplek ini berganti-ganti pada waktu itu.

Komplek PILLNITZ Scholes & Park, terdiri dari tiga bangunan utama yaitu; Istana Riverside (Wasserpalais) di daerah tepi sungai,

Istana Atas (Bergpalais) di lereng bukit (keduanya bergaya Baroque dengan unsur-unsur Chinoiserie),  dan kemudian Neoclassical New Palace (Neues Palais), yang menghubungkan semuanya di sisi timur.

Didalam bangunan ada Museum Seni dan Kerajinan (Kunstgewerbemuseum) dari Koleksi Seni Negara Bagian Dresden dan Museum Istana (Schlossmuseum).

PILLNITZ Scholes, dengan
taman seluas 28 hektar yang mengelilingi bangunan utama ini, memiliki lebih dari 2000 jenis-jenis bunga dan botani dari seluruh dunia. Aroma harum bunga, semerbak dimana-mana. Di tengah taman ada sebuah kolam besar dengan air mancur yang menyembur besar ke atas, menambah pesona tamannya.

Dari ribuan jenis tanaman di PILLNITZ Park, ada satu tanaman istimewa. Yaitu Camellia Tree Japonica, jenis tanaman yang berusia lebih dari 230 tahun (salah satu yang tertua di Eropa).

Legenda mengatakan bahwa, Carl Peter Thunberg membawanya dari Kyoto ke Kew Gardens pada tahun 1776.

Camellia Tree Japonica, ditanam di lokasi ini pada tahun 1801. Tingginya 8,9 meter (29 kaki) dan, dari bulan Februari sampai April, menghasilkan hingga 35.000 kuntum bunga yang mekar. Dan selama musim dingin, pohon ini dilindungi oleh rumah kaca.

Taman disini juga dilengkapi dengan taman Inggris, taman konifer. Dan dibangun pula paviliun Inggris serta paviliun Cina.

Paviliun Inggris, yang dibangun tahun 1780, adalah salinan Tempietto Donato Bramante di Roma. Terletak di sebelah kolam di taman Inggris. Ada sebuah patung dengan kepala Juno Ludovisi, replika dari kepala marmer Romawi abad ke 1 M. yang sekarang berada di Museum Nasional Roma, ditempatkan di kolam di Taman Inggris pada abad ke-19.

Pada tahun 1804, Paviliun Cina didirikan di tepi utara taman. Sementara unsur-unsur kastil Cina hanyalah hiasan, paviliun kecil ini dibangun dengan gaya asli China. Lukisan-lukisan di dinding di dalam bangunan menggambarkan lanskap Cina yang sebenarnya.

Ada juga Rumah Palem yang dibangun antara tahun 1859 dan 1861. Dengan luas meliputi 660 meter persegi dan panjangnya 93,7 m (307 kaki), itu adalah rumah kaca terbesar di Jerman pada saat itu. Setelah restorasi ekstensif selesai pada tahun 2009, sekarang berisi berbagai jenis tanaman dari Australia dan Afrika Selatan.

Bagi wanita pecinta tanaman, melancong ke PILLNITZ Scholes & Park adalah pilihan yang tepat. Kita jadi banyak tahu jenis-jenis tanaman, dan bisa menginspirasi kita memilih tanaman untuk menbuat taman idaman di rumah kita.

Langkahku berlanjut menuju pepohonan di belakang kompleks istana. Melewati pohon-pohon penuh buah Badam (kastania) yang rindang, membuat udara begitu sejuk. Sambil duduk di tepi sebuah kolam penuh bebek, aku tertegun dan kagum melihat pesona PILLNITZ Scholes & Park.

Tak heran, bila PILLNITZ Scholes & Park, Dresden-Jerman di serbu pecinta wisata di Eropa. (Koresponden IP di Dresden-Jerman, Ria Gie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here