PKK KABUPATEN MADIUN PERIORITASKAN KB DAN KESEHATAN

0
1324

Madiun, IP.News – Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos membuka Kegiatan Pembekalan dalam rangka pelaksanaan Hari Kesatun Gerak PKK-KB-Kesehatan [HKG PKK-KB-Kesehatan} ke-45 Tahun 2017 di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun.Pada tanggal 11 Oktokber 2017 Dimana Kegiatan ini dihadiri Kepala DPMPD Kab. Madiun

Ketua TP PKK Kab. Madiun bersama jajaran pengurus, Camat bersama Ketua TP PKK Kecamatan se Kab. Madiun, Kepala Puskesmas se Kab. Madiun, dan Narasumber pembekalan HKG PKK-KB-Kesehatan dan juga 130 orang peserta.

Dalam sambutannya Bupati Madiun mengatakan, bahwa kondisi keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mempunyai arti yang besar dalam proses pembangunan. Karena itu kondisi keluarga merupakan barometer bagi kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Untuk dapat membina keluarga secara langsung dan menjangkau sasaran sebanyak mungkin, dibentuk Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, yang mekanisme gerakannya dikelola dan dilaksanakan oleh TP PKK dengan 10 Program Pokoknya yang menyentuh seluruh aspek kehidupan.

Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan merupakan salah satu bentuk intensifikasi gerakan PKK beserta lintas sektor terkait yang bertumpu pada kegiatan kelompok masyarakat, PKK dan institusi KB-Kesehatan di desa dengan kadernya sebagai ujung tombak.

“Gerakan ini sebagai momentum yang memiliki makna dan peran strategis dalam menjadikan keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat tempat dimana dimulainya revolusi mental.

Karena keluarga merupakan wahana untuk membentuk generasi muda yang berkarakter.Sebagai organisasi wanita yang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan, PKK telah terbukti membawa perubahan yang besar dan dapat dirasakan manfaatnya yang ditandai dengan meningkatnya kualitas kehidupan rumah tangga.

Untuk itu kita harus mendukung PKK yang merupakan mitra kerja pemerintah dan wadah aktivitas sosial pada keluarga.

Melalui kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan yang merupakan kegiatan integrasi antara TP PKK, Dinas PMD, Dinas PP, KB , PP dan PA serta Dinas Kesehatan harus mampu mencapai sasaran yang telah ditetapkan, seperti terbentuknya Kelompok Dasa Wisma baru dan meningkatnya Dasa Wisma Aktif, terlaksananya pengumpulan data, pemenuhan dan peningkatan pelayanan kontrasepsi dan kesehatan reproduksi, pengembangan dan peningkatan advokasi dan komunikasi, informasi dan edukasi {KIE) KB, lingkungan yang bersih dan sehat serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat {PHBS).”Terang Bupati Madiun.

Terkait dengan anggaran TP PKK Desa, Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos menghimbau agar TP PKK Desa tidak khawatir karena prioritas penggunaan Dana Desa {DD) adalah untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut informasi, bahwa hasil rekapitulasi se Kab. Madiun penggunaan Dana Desa Tahun 2017 masih didominasi untuk pembangunan infra struktur, yaitu sebesar 88 % sedangkan bidang pemberdayaan baru 8 %, pembinaan kemasyarakatan 2 % dan bidang pemerintahan 2 %.

Untuk itu Bupati H. Muhtarom, S.Sos mengingatkan agar PKK berperan aktif dalam perencanaan pembangunan desa. “Kawal program pemberdayaan melalui PKK agar bisa teranggarkan secara maksimal dalam APBDes.

“Tegas Bupati Madiun.Bupati Madiun menyoroti bahwa dana anggaran untuk program pemberdayaan yang dianggarkan desa-desa yang ada di Kab Madiun baru hanya sekitar 8% saja.Dan dana 8% ini masih sangat minim sekali.

Untuk itu Bupati Madiun menghimbau kepada semua camat agar membantu kepala desa untuk dapat menganggarkan dana pemberdayaan TP PKK lebih besar lagi.

Di tempat yang terpisah Ketua TP PKK Kab. Madiun Hj. Sri Purwanti Muhtarom, S.Pd, M.Pd menjelaskan ke INDONESIA POS NEWS, bahwa kegiatan pembekalan HKG PKK-KB-Kesehatan seperti yang dilaksanakan dilaksanakan setiap tahun dikandung maksud agar setiap tahun ada kegiatan yang fokus pada bidang kesehatan, sedangkan kegiatan yang lain untuk mendukung saja. Melalui Pokja IV sebagai sektornya PKK Kab.

Madiun berupaya agar program KB di Kab. Madiun dapat mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah. Perlu diketahui, bahwa pelaksanaan KB untuk Kab. Madiun sudah berada dibawah Propinsi Jawa Timur.

Sedangkan untuk bidang kesehatan dapat dijelaskan, bahwa yang saat ini lagi marak adalah penyakit yang diderita oleh anak. Untuk itu beberapa saat yang lalu diadakan Imunisasi Rubella yang diberikan untuk anak-anak mulai usia SD sampai dengan SMP yang tujuannya agar mereka terhindar dari Rubella yang bisa mengakibatkan kematian.

Selanjutnya bahwa kegiatan 10 Program Pokok PKK akan dimulai nanti pada bulan Oktober s/d Desember 2017 yang penekanannya pada bidang kesehatan.

Sedangkan kegiatan Resepsi HKG PKK-KB-Kesetahanakan dilaksanakan pada bulan April 2018 bersamaan dengan pencangan Bulan Bhakti Gorong Royong Masyarakat. Sebagai mitra kerja pemerintah, PKK sangat tlaten{rajin} mengunjungi rumah-rumah warga untuk memberikan pembinaan pengarahan tentang kesejahteraan keluarga sehingga apa yang dikerjakan PKK saat ini sudah terbukti dan bahkan duniapun mengakui, bahwa wanita berbaju hijau ini dengan ikhlas tanpa pamrih melaksanakan kegiatan untuk pambangunan masyarakat desa supaya desa menjadi sejahtera.

Meski demikian saat ini masih ada kendala untuk lebih memajukan kegiatan PKK. Kendala itu adalah masalah Sumber Daya Manusia. “Seperti kita ketahui bersama, bahwa saat ini yang menjadi pengurus PKK kebanyakan SDM nya masih kurang. Untuk itu dihimbau kepada TP PKK desa agar memotivasi kepada mereka yang mampu untuk ikut bergabung menjadi pengurus PKK Desa bersama-sama membangun desa menuju desa yang sejahtera,”Tegas Ketua TP PKK.

Pada kesempatan ini Bupati Madiun juga menyerahkan hadiah lomba berupa Tropi, Piagam dan uang pembinaan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera Terbaik Tingkat Kab.

Madiun tahun 2017. Tampil sebagai Juara Terbaik I kelompok UPPKS Mawar dari Ds. Singgahan Kec. Kebonsari. Juara Terbaik II kelompok UPPKS Sri Rejeki dari Kel. Krajan Kec. Mejayan, Juara Terbaik III kelompok UPPKS Guyub Rukun dari Ds. Karangrejo Kec. Wungu. Selanjutnya juga diserahkan Tropy lomba pidato kependudukan dalam rangka hari Keluarga Nasional ke 24 Prov. Jawa Timur Tingkat Kabupaten Tahun 2017.

Tingkat SLTA terbaik I diraih oleh Chairun Nisa dari MAN Dolopo, Terbaik II Hanifa dari MAN Kembangsawit Kebonsari, terbaik III Defiarahma dari MAN Rejosari. Tingkat SLTP Terbaik I Julio Fajar dari SMPN Wonoasri, Terbaik II Serly Aprilia dari MTsN Rejosari, Terbaik III diraih oleh Khasifa Anggia dari SMPN I Jiwan, masing-masing menerima Tropy dan Penghargaan.

Juga diserahkan hadiah penulisan karya tulis terbaik dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke 24 Prov. Jatim tingkat Kab. Madiun. Juara terbaik I diraih oleh Anisa Nur Rachmawati dari MAN Dolopo, Terbaik II diraih oleh Munirul Ichwan dari MAN Kembangsawit dan terbaik III diraih oleh S. Kholbu Imani dari SMPN I Jiwan masing-masing juga menerima piala dan penghargaan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD)Kab. Madiun Joko Lelono juga melaporkan, bahwa maksud diselenggarakannya kegiatan pembekalan HKG PKK-KB-Kesehatan ini adalah untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera melalui revolusi mental berbasis keluarga.

Sedangkan tujuannya adalah untuk mempercepat terwujudnya keluarga yang berkarakter, meningkatkan cakupan pelayanan yang berkualitas dalam program PKK – KB dan kesehatan sebagai upaya mendukung MDGS. Meningkatkan pengabdian TP PKK mulai tingkat Kabupaten, Kecamatan dan tingkat Desa.

Meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PKK , pelayanan KB dan Kesehatan. Meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam kegiatan KB dan Kesehatan, Kesetaraan Gender serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Menurut Joko Lelono Ada 130 orang peserta terdiri dari unsur PKK, Camat, kepala Puskesmas, koordinator PLKB, Kader Pemberdayaan Masyarakat, Ketua LPKMD Dan Narasumber yang dihadirkan yaitu : Dari Dinas DPMPD dengan materi Perencanaan Pembangunan Desa, dari Dinas PP, KB, PP dan PA dengan materi Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan, Dari Dinas Kesehatan dengan materi Kontrasepsi dalam program KB dan Kesehatan

Dari TP PKK Kab. Madiun Pokja IV dengan materi tentang Imunisasi, Dari TP PKK Kab. Madiun bidang umum dengan materi tentang Kelembagaan PKK.Pada sesi terakhir,Kepala DPMPD Kab Madiun meminta supaya semua camat membantu semua kepala desa dalam penyusunan APBDes dalam pembahasan di tingkat Musrenbangdes untuk dapat menganggarkan program pemberdayaan PKK dengan anggaran yang lebih besar lagi.

Desa tidak bisa membantu dengan uang tetapi dapat membantu dalam bentuk kegiatan. Desa bisa menganggarkan 20% dari Dana Desa (DD) untuk pemberdayaan, Salah satunya pemberdayaaan PKK , Dasa wisma, pada intinya tidak boleh bantu uang ke masyarakat. Harus dengan kegiatan. (Rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here