Polresta Sidoarjo Siap Tangkap Petaruh Dalam Pilkades Serentak 2020

0
211
Ilustrasi

Sidoarjo,IP.News – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Sidoarjo akan di gelar pada tanggal 19 April Tahun 2020.

Para pebotoh/penjudi/petaruh dengan taruhan di arena Pilkades akan menjadi salah satu pemicu terjadinya gejolak negatif yang tidak di inginkan.

Oleh karena itu, dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polresta Sidoarjo pun membentuk Tim Anti Botoh dalam upaya pengamanan Pilkades serentak Tahun 2020 nanti.

Gelaran pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Sidoarjo itu akan dilaksanakan oleh 173 Desa dari 18 Kecamatan di Kota Udang tersebut untuk bakal memilih pemimpinnya secara bersamaan.

“Potensi-potensi kerawanan terus kami petakan. Salah satunya adalah aktivitas pebotoh atau petaruh dalam pilkades nanti,” ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Senin (4/11/2019).

“Kami sengaja membentuk Tim khusus yang bertugas mencegah permainan uang dalam pelaksanaan pilkades serentak nantu. Tim bakal disebar di berbagai desa yang melaksanakan pilkades serentak”, ujar Zain.

Pihaknya menghimbau, jika menemukan ada botoh yang bermain, langsung tangkap dan proses hukum.

Pasalnya, sejauh ini tidak ada undang-undang money politik dalam Pilkades. Dan Polisi bakal menerapkan pasal pada undang-undang umum dalam memproses pebotoh. Yakni pasal tentang perjudian.

“Tidak ada toleransi. Karena keberadaan pebotoh juga berpotensi menganggu keamanan serta kelancaran proses pilkades,” bebernya.

Zain selaku Kapolresta menegaskan, bahwa tim ini sedang digodok. Personil yang dilibatkan berasal dari berbagai satuan, termasuk intel, reskrim, dan beberapa satuan lain. Tugas mereka juga melakukan pengawasan sejak sebelum pelaksanaan pilkades, ketika pelaksanaan, dan sesudahnya.

“Begitu terbentuk dan siap, tim akan langsung diterjunkan. Sejak sebelum pelaksanaan pilkades, mereka sudah mulai melakukan pemetaan. Termasuk potensi masuknya botoh dan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan lainnya,” terang lulusan Akpol 1997.

Polisi sendiri terus melakukan pemetaan terhadap sejumlah potensi kerawanan. Antara lain, sejarah pelaksanaan pilkades di desa itu apakah pernah terjadi konflik atau tidak, calon-calon yang bakal maju, peta pendukung, konflik di desa, dan berbagai hal lainnya.

“Selanjutnya akan ditentukan mana daerah potensi sangat rawan, tidak rawan, dan sebagainya. Pemetaan tersebut akan menjadi dasar strategi pengamanannya nanti,” terangnya.(az)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here