TAMSIL KEHIDUPAN MANUSIA DIMASA PANDEMI COVID 19

0
213
SRI RAHAYU,S.Pd
Guru SMPN 1 Prajekan Bondowoso
e-mail : srirahayu1970situbondo@gmail.com

Bondowoso, IP..News – Melalui surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan pada masa darurat penyebaran Corona Dirus Disease (Covid-19), Surat Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Nomor 13 Tahun 2020. Tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona di Indonesia, Surat Gubernur Jawa Timur, Keputusan Bupati Bondowoso, Surat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso, Nomor .421/ 953/ 430. 9. 9/ 2020. Tanggal 1 April 2020, perihal: Perubahan Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam status Keadaan Tertentu Darurat Bencana akibat Covid-19 yang semula berakhir tanggal 21 April 2020, diperpanjang sampai dengan tanggal 1 Juni 20 20, dan sesuai Kalender Pendidikan mulai masuk pada tanggal 2 Juni 2020.

Masa bekerja harus dari rumah bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan( Pengawas Sekolah, Penilik, Kepala Sekolah, Guru, Pamong Belajar dan Tenaga Pelaksana) pada Program Satuan Pendidikan Formal dan Non formal yang semula dilaksanakan sampai 1 Juni 2020 dan mulai melaksanakan tugas di Satuan Pendidikan pada tanggal 2 Juni 2020 serta tetap wajib melakukan pembinaan dan pemantauan sesuai tugas pokok fungsinya masing-masing secara berjenjang.

Dari informasi tersebut yang jelas tugas kita, tugas kami, tugas bersama, harus selalu work from home, kerja dari rumah, rapat secara Virtual, tugas pun secara Online. Berkali-kali rapat berkali-kali perubahan. Ya kita harus sabar menghadapi semua yang terjadi, karena memang bukan program kita, apalagi program pendidikan. Kita harus lebih Intropeksi diri mengapa ini terjadi?, mungkin seluruh petunjuk yang ada di alam dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Sudah banyak orang-orang yang tak perduli pada lingkungan sekitar dan pada keadaan sekarang ini,tidak diindahkan oleh manusia-manusia yang ada di muka bumi, dengan kesombongannya dengan kecongkakan nya. Aku bisa menguasai Alam Jagat Raya!, ini-itu, selalu dan selalu terdengar lontaran dari mulut manusia-manusia sombong, tetapi apa yang terjadi saat ini. Memberitahukan pada Kita semua bahwa sesuatu yang amat kecil tapi dampaknya dahsyat bisa mengubah tatanan seluruh kehidupan di muka bumi.

Benda kecil yang tak kasat mata terhirup oleh hidung manusia masuk dalam kerongkongan,keparu-paru manusia, ada di jantung kita. iya bisa buat manusia tercekik, sulit bernafas, tersungkur tersungkur dan tiada lagi cerita manusia yang ada hanya tinggal nama. Innalillahi wainna Ilaihi Rojiā€™un.

Mengapa masih belum sadar juga, bahwa ini bukan cobaan dan ujian. Ini peringatan kita semua. Kalau sudah demikian apa tidak merubah tatanan program pendidikan yang sudah digadang-gadang? yang sudah tertulis rapi, yang sudah siap untuk diedarkan melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan .

Kacau kacau semuanya. Bagi yang sudah siap untuk kerja secara Virtual, secara Online, mungkin biasa saja .Tetapi bagi mereka yang sudah terbiasa hidup enak, memberikan tugasnya kepada asistennya dari perintah selalu dikerjakan, tapi sekarang harus Work From Home.
ni anak orang sudah kelas 3 atau kelas 9 di jenjang SMP, sudah menikmati masa semester genap ada 8 Minggu, yang ia rasakan di semester genap, dan ada program Ujian Praktik untuk seluruh mapel yang memang dipraktikkan. Tapi apa yang terjadi ?,semua kacau. Mereka harus berhenti di tengah jalan dalam pelaksanaan ujian praktik. Salah satu solusi mereka harus melanjutkan belajar di rumah masing-masing.
#di rumah saja, #stay at home, #work from home harus begitu.

Sekarang yang jadi permasalahan apakah semua anak/siswa memiliki HP Android?, walaupun ini jawabannya sudah. HP Android hanya dengan satu jari pakai layar sentuh di klik udah deh jadi apa yang kita inginkan, tapi dengan demikian, begitu banyaklah kendala setelah ujian, anak-anak harus melaksanakan Ujian Sekolah juga.

Ujiannya dalam jaringan yang membutuhkan HP Android. Wah!, ini bulan Ramadhan loh, dimana kebiasaan kita berubah. Yang seharusnya masih tidur,pasti yang terbiasa tidur tidak akan bangun malam, tapi ini memang harus dan harus bangun karena memang harus makan Sahur. Mungkin dia akan tidur lagi, mungkin subuhnya kesiangan karena tidak terbiasa bangun malam. Apakah ini bukan suatu kendala?, lalu ujian sekolahnya di mulai jam 07.30 sampai sampai jam 10.30 WIB.

Ini benar-benar terjadi!, Para Guru dan Wali Kelas sudah mulai bekerja untuk nge-share seluruh Link yang memang sudah dibuat untuk setiap mata pelajaran, menjaga waktu untuk membuka linknya, menjaga waktu untuk menutup linknya, agar Siswa terbiasa Tanggung jawab walaupun Sang Guru tidak berada didekatnya, anak-anak diajarkan secara Tanggungjawab, anak diajarkan secara Jujur, Karakter di sana ditumbuhkan, memang di sinilah hikmahnya,disinilah Tamsil Kehidupan Manusia diujicobakan.

Tetapi namanya anak, tetap saja ada yang ketiduran, ada yang lupa bahwa jadwal sudah di share ke setiap WA grup kelas masing-masing, diingatkan oleh Guru kelasnya, setiap malam, diingatkan oleh Guru kelasnya setiap selesai Sholat Subuh, diingatkan oleh Wali Kelasnya setiap akan dimulai dan akan berakhir ujian sekolah secara daring tersebut. Kembali lagi pada anak, masih ada saja yang tertinggal dan harus mengikuti Ujian Susulan.

Sudah banyak WA masuk ke wali kelas tersebut, dimana ada cerita lucu, lucunya Anak-anak masih belum ditentukan Lulus atau Tidak Lulus mereka harus sudah mendaftar secara Online ke jenjang yang lebih tinggi SMA/ SMK misalnya, mereka sudah memberikan persyaratan-Persyaratan yang begitu banyak dan memberikan syarat-syarat yang harus serba cepat.

Bagaimana ini?,semua melakukan Work From Home, belum tentu dong semuanya lancar mungkin, sinyal tidak bagus, mungkin oknumnya masih kurang paham dengan IT. kan begitu kembali lagi inilah Tamsil Kehidupan Manusia di masa pandemi Covid-19 ,semuanya harus, harus, harus dan harus bisa menyesuaikan keadaan.

Akhirnya ber- Whatsap- Ria dengan Sie Kurikulum. Bagaimana ini ,apa yang bisa kami lakukan?, isi percakapan di WhatsApp belum cepat dikerjakan, padahal linknya untuk kelas 9 sudah dibuka, harusnya cepat dikerjakan, didalamnya ada yang harus diisi formatnya. Formatnya yaitu Ujian Praktik, Ujian Sekolah, itu yang harus dikerjakan secepat mungkin.

Ya inilah cerita, mudah-mudahan datangnya Covid- 19 ini memberikan pelajaran yang sangat dahsyat untuk kami dan untuk semua. Semoga Ilmu kamu Barokah Nak, walau kamu belajar baru setengah perjalanan. Tetapi disitu ada paksaan Kamu harus LULUS Nak, kamu harus pindah ke jenjang lebih tinggi.

Semoga cerita ini menjadi Tamsil kehidupan Manusia dimasa Pandemi Covid-19. Dan Semoga cepat berakhir Ya Allah dan membawa Hikmah yang Luar Biasa. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here