TUGAS ONLINE SENI BUDAYA DITENGAH PANDEMI BERBUAH KARYA MEHONG DARI ESPRASA

0
503
SRI RAHAYU,S.Pd
( Guru SMPN 1 Prajekan Bondowoso )
email : srirahayu1970situbondo@gmail.com

Bondowoso, IP.News – Berkat kemajuan teknologi yang sangat pesat, pembelajaran online adalah bagian dari pilihan tugas disetiap tingkat pendidikan di seluruh dunia..Begitupula yang terjadi pada sekolah kami di ESPRASA. Awalnya kami selaku guru yang bertanggungjawab pada siswa untuk memberikan tugas online ini merasa ragu dan khawatir, ada pendapat dari salah satu guru yang disampaikan dalam rapat terrtutup, yaitu Apakah semua siswa memiliki HP Android?,apakah disetiap daerah siswa bermukim sinyal itu bagus?. apakah semua siswa memiliki kuota untuk mengakses Internet?,bisa serempak menerima tugas online?.

Dari sini ada rasa tidak percaya diri didalam memberikan tugas secara online kepada siswa.Tapi semua itu dibredel habis oleh pendapat salah satu guru,demikian kata-kata yang disampaikan didalam rapat.” Kalau Kita sebagai Pendidik sudah memiliki rasa ragu, khawatir dan was-was kapan kita akan memulai memberlakukan Tugas Online ini. Sementara kita sudah berada di era Industri 4.0”.

Akhirnya dari hasil rapat diputuskan bahwa mulai saat ini tanggal 16 Maret 2020 diberlakukanlah tugas online kepada Siswa kami di ESPRASA, oleh karena itu diminta kebersamaannya kepada para dewan guru untuk menindaklanjuti hasil rapat tersebut, mulai saat itulah tugas online di berlakukan,,tetapi tidak menutup kemungkinan kita mengambil jadwal yang fleksibel menentukan jam sebagai batas akhir, kami selaku guru di sini masih memberikan penawaran-penawaran karena ini adalah tugas yang pertama, pengalaman yang pertama, pengalaman belajar yang disesuaikan dengan jadwal siswa dengan demikian hampir di setiap mata pelajaran dan jadwal yang fleksibel sesuai dengan gaya hidup siswa semakin beralih ke pembelajaran online sehingga arternatif yang layak untuk studi di sekolah ini dapat memungkinkan siswa belajar dari jarak jauh , dengan kemajuan teknologi sekarang memungkinkan untuk belajar sepenuhnya secara online sambil tetap bersosialisasi dengan teman sekelas misalnya berpartisipasi dalam diskusi khusus mata pelajaran.

Sementara beberapa orang menganggap pembelajaran online memerlukan tingkat motivasi diri yang lebih besar, lembaga mengakui bahwa dukungan pendidikan sama pentingnya dengan umpan balik dan sangat berhati-hati untuk memastikan bahwa siswa mereka menerima tingkat dukungan yang sama dengan yang akan mereka terima di sekolah ,baik yang diberikan pada siswa kami ini. Semua ini terjadi tak luput dari masa Pandemi Covid 19 ini.

Setelah tugas terlaksana pastilah ada kendala-kendala di sana sini misal, tadi ada pertanyaan. Apakah semua Siswa memiliki HP Android?, kalau tidak?, akhirnya dari kendala tersebut ditemukan solusi bagi mereka yang tidak memiliki HP Android mereka bisa saling meminjam kepada teman terdekat, apa kepada kedua orang tua atau kepada Paman, kepada Bibi sehingga mereka bisa menyelesaikan tugas tersebut dan mengirim tugas tersebut lewat WA grup kelas, di atas tadi juga ada kalimat, Apakah setiap siswa ditempat Ia bermukim akses internetnya bagus?, ini juga sebuah kendala kan. Jadi kami menyampaikan lewat WA grup juga, anak-anakku kalau kalian misalnya berada di daerah yang Sinyalnya tidak bagus kalian bisa mencari tempat-tempat yang sinyalnya bagus. Misalnya kalian bisa ke daerah yang agak tinggi, tapi juga harus memperhatikan Social distancing (Pembatasan social) lho, itu yang kami sampaikan kepada siswa dan yang ketiga ,ada pertanyaan tadi yang perlu dijawab.

Apakah setiap Siswa memiliki kuota?, jadi disini dibutuhkan kerjasama dengan para wali murid untuk sebisa mungkin membeli paket data untuk 1 bulan ,bisa dipakai bersama untuk orang tua dan untuk putra-putrinya mengerjakan tugas tersebut bisa terlaksana dengan baik.

Ternyata betul, melalui kesabaran para guru-guru yang ada di ESPRASA meluangkan waktu memberikan pengertian kepada seluruh wali murid, pada seluruh siswa melalui wali kelas masing-masing lewat wa grupnya masing-masing, bahwa akan ada tugas online yang diberikan. Dan ini semua mendapat sambutan baik dari semua wali murid terbukti dengan adanya masukan-masukan dari para wali murid yang berada di grup kelas masing-masing,mereka saling bekerja sama bersama putra-putrinya dan mengubah kedudukannya di mana sebelum ada Pandemi Covid 19 ini orang tua fungsinya di rumah adalah mendidik para putra-putrinya bukan menjadi guru kepada putra-putrinya Namun demikian dengan adanya Pandemi Covid 19 ini tanpa terasa orang tua beralih fungsi menjadi guru tanpa disadari ada kerjasama yang sangat erat antara sekolah dan siswa beserta wali muridnya.

Kalau sudah demikian setiap guru yang memberikan tugas online meminta tugasnya difoto ataupun di video lalu dikirim melalui Group WA kelas.

Berikut ini adalah contoh tugas onle yang menghasilkan karya” MEHONG” di tangan siswa dari ESPRASA, walau hanya dari benda tak berguna .

Karya ini hanya dari selembar kertas Dos,Glue Gun, Cat akrilik warna-warni, Cat Akrilik warna emas, kuas china, pensil, penggaris, bambu,kawat/benang kasur dan gunting. Dengan berbekal bahan yang sederhana namun mudah didapat dan yang terpenting “TUGAS ONLINE SENI BUDAYA DI TENGAH PANDEMI BERBUAH KARYA MEHONG DARI ESPRASA” selesai sukses.

Ternyata seburuk dan sesulit apapun keadaannya, membuat manusia akan lebih membuka diri dalam rangka berkreatifitas, baik itu siswa, orang tua, begitu pula guru-guru yang ada di sekolah ESPRASA. Semoga Pandemi Covid-19 segera berakhir agar semua menjadi normal, Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here