Tutorial Penulisan Karya Ilmiah Populer Guru SD Wilayah Sedati Gede Sidoarjo

0
1192

(Foto: Dr. Djuwari M.Hum Sedang Memberikan Tutorial pada Peserta)

Sidoarjo, IP.News – Pada hari kedua (23/5), program tutorial penulisan karya ilmiah popular guru-guru SD di wilayah Sedati Gede Sidoarjo benar-benar unik.

Betapa tidak, pesertanya sangat heterogen dalam hal baik umur maupun keterampilan menguasai teknologi komputer.

Dari kondisi seperti ini, proses tutorial penulisan karya ilmiah ini sangat unik. Tutor harus bersabar dan telaten dalam memberikan tutorialnya.

Imbauhan membawa laptop sudah diinformasikan jauh sebelum acara dimulai. Ketika itu seminggu sebelumnya sudah diberitahu kalau semua peserta diwajibkan membawa laptop.

Namun, ada beberapa peserta yang tidak membawa. Sebagian ada yang membawa dan ikut aktif mulai mengerjakan tugas penulisan yang diberikan.

“Pak Djuwari, saya ini tertarik untuk menulis. Mohon diajari bagaimana caranya Pak?” Tanya Ibu Mujayati, S.Pd, salah satu peserta yang tertarik bisa menulis artikel ilmiah popular. “Saya ini sebentar lagi pension Pak, tetapi saya juga kepingin bisa menulis yang lancar.” Imbuhnya kepada Dr. Djuwari, M.Hum, tutor saat itu.

Dalam proses tutorial ini, yang agak sulit kalau peserta belum bisa mengerjakan dengan komputer atau laptop.

Proses tutorialnya harus dilakukan secara telaten dan sabar agar minat peserta seperti ini tidak memudar. Banyak yang ingin menulis. Menurut salah satu panitia, Bapak Safii (nama panggilannya), justru pelatihan ini lebih bagus karena seperti dimasukan mesin dan keluar sudah jadi. Memang, output dalam proses pelatihan harus ada berupa minimal 30 buah artikel ilmiah popular yang akan diterbitkan dalam sebuah ber ISBN.

Program ini akan dilanjutkan tahun depan karena dirasa ada bukti outputnya. Berbeda dengan pelatihan-pelatihan lainnya. Biasanya berupa teori dan tidak selalu menghasilkan output secara nyata tentang apa yang dilatihkan atau diceramahkan. (dj/Bas).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here