Wabup Sidoarjo H. Subandi Jenguk dan Berikan Bantuan Remaja di Desa Betro, Sedati Menderita Disabilitas

0
211

Sidoarjo, IP.News – Kisah pilu datang dari seorang remaja bernama Moh. Rizki Ubaidillah (19) warga Desa Betro, Sedati, Sidoarjo. Rizki harus diikat tangannya dengan kain sejak berumur 5 tahun. Kisah itu terdengar ke telinga Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH. Ia langsung mengunjungi rumah ananda Rizki di RT 01 RW 01 Desa Betro Kecamatan Sedati, Selasa (21/2/2023).

Wabup Sidoarjo H. Subandi mengaku mengetahui kondisi Moh. Rizki Ubaidillah  melalui Media Sosial (Medsos). Remaja tersebut putra dari pasangan Aryadi (49) dengan Umi Mufidah (41). Mereka tergolong keluarga tidak mampu. Dari informasi itu, H. Subandi mengetahui kondisi Rizki sangat memprihatinkan. Sejak balita tangannya diikat tali kain ke belakang tubuhnya oleh keluarganya. Bukan tanpa alasan orang tuanya memperlakukan Rizki seperti itu. Pasalnya jika tangannya tidak diikat, Rizki kerap mencakari dan memukuli tubuh dan kepalanya sendiri hingga luka parah.

Wabup H. Subandi yang datang meminta Rizki harus segera mendapat penanganan untuk kesembuhannya. Untuk itu ia perintahkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati untuk segera melakukan tindakan.

“Kasihan kalau melihat ada warga seperti ini, mereka berhak mendapatkan pelayanan dan penanganan dari pemerintah,” ucap H. Subandi.

H. Subandi juga berkeinginan agar Rizki mendapat penanganan yang baik bagi kesembuhan jiwa dan mentalnya. “Jika kondisinya sudah membaik, selanjutnya akan ditawarkan kepada keluarganya soal pendidikannya. Mungkin belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) atau lainnya,” tandasnya.

Lebih jauh, Wabup H. Subandi itu juga meminta kepada siapapun yang menjumpai warga yang membutuhkan uluran tangan atau penanganan sosial untuk tidak segan-segan melaporkan ke Bupati maupun Wakil Bupati Sidoarjo.

“Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan dan penanganan yang baik dari pemerintah,” sebutnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Wabup H. Subandi juga memberikan bantuan paket Sembako kepada keluarga Rizki.

Paman Rizki sendiri mengatakan tingkah Rizki yang aneh muncul sejak kecil sampai mengalami keterbelakangan. Sejak kecil sampai tumbuh besar, remaja yang namanya sempat diganti oleh orang tuanya dengan nama Zakaria itu belum pernah mengenyam pendidikan. Setiap harinya, Rizki dijaga oleh orang tua dan neneknya.

“Apabila tangannya lepas, keponakan saya itu sering mencakar-cakar wajahnya hingga berdarah. Kalau tidak begitu, memukuli wajah dan kepalanya. Kadang kala juga kepala dibentur-benturkan ke tembok sampe memar,” ucap paman Rizki.

Sang nenek yang menerima kunjungan Wabup Sidoarjo H. Subandi, juga tak henti-hentinya meneteskan air mata melihat kondisi cucunya tersebut.

“Saya itu setiap hari ikut menjaga dan kasihan dengan cucu saya yang semestinya sesama umur sebayanya sudah lulus sekolah, dan bermain-main, namun kondisinya seperti ini,” keluhnya dengan menangis.

Perlu diketahui bahwa ananda Rizki, siang tadi langsung dibawa pihak Puskesmas Sedati untuk dirujuk ke RSUD Sidoarjo agar mendapat penanganan intensif bagi penyembuhannya sesuai arahan Wakil Bupati Sidoarjo. (mas/git)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here