webinar Gerakan Nasional Literasi Digital

0
128
Zulfa Aulia Nirfaiza
mahasiswi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya.

Banyuwangi, IP.News – Key Opinion┬áLeader dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital di Kabupaten Sumenep Jawa Timur.(Selasa,21/9/2021)

Webinar literasi digital untuk belajar dan memahami bagaimana urgensi serta kondisi literasi digital kita saat ini. Zulfa Aulia Nirfaiza (21) Mojokerto, yang masih berstatus sebagai mahasiswi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya.

Seperti halnya yang ditulis oleh Zulfa dalam penulisan literasinya yang dia kutip dari semboyan Jas Merah. “Jangan sekali-kali melupakan sejarah karena bangsa yang besar, bangsa yang hebat adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”.

Salah satunya dengan mempelajari dan menjadi bagian dari sejarah itu semdiri. Terlepas dari itu semua, saya bangga dan bersyukur menjadi mahasiswi Ilmu Sejarah Universitas Airlangga, “ungkap Zulfa.

Beranjak dari latar belakang pendidikan Zulfa, pertama-tama mengenal digital literasi, Zulfa sebagai Key Opinion Leader pada webinar literasi digital nasional kali ini.

Selain penelitian sejarah, urgensi atau peran dari literasi digital ini membantu sejarah berkembang sejarah, semakin optimal literasi digital saat ini. Literasi dengan konten sejarah tersebut lah yang mengantarkan pesan kepada masyarakat luas sebagai pengingat akan jati diri kebangsaan, menggali nilai-nilai kepahlawanan, nilai-nilai identitas kebudayaan dan juga keluhuran bangsa.

“Saya tidak menyangka bahwasannya dari pendidikan yang sekarang sedang saya geluti yakni Ilmu Sejarah dapat mengantarkan saya pada dua kemampuan yang ternyata setelah saya jalani, saya enjoy dengan dunia saya ini.

Pertama,”menjadi senang menulis dan mengungkapkan ide-ide sederhana yang saya miliki, “ungkap Zulfa.

Saya tuangkan ide-ide sederhana tersebut dalam beberapa artikel yang sudah dipublikasikan oleh satu laman artikel lepas yakni Brilio.com.

Bukan hal yang mudah ketika saya pertama menceburkan diri dalam dunia kepedulian digital ini. Tentu tidak ada pencapaian yang instan. Artikel saya sempat beberapa kali ditolak oleh pihak Brilio.

“Karena jumlah pelammar konten artikel sangat banyak sehingga evaluasi atau kritik terhadap artikel saya hanya sedikit ditunjukkan, “jelas Zulfa.

Saya berharap webinar kali ini bisa sama-sama menjadi suatu pembelajaran dan pengingat akan pentingnya memahami literasi digital terlebih untuk generasi milinial yang sudah mahir mengoperasikan gawai atau smartphone.Jadilah smart-user dengan terus meningkat. (irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here