WEBINAR SELF FOR TEACHER

0
330
Mulyono Sekretari PGRI Kabupaten Bondowoso salah satu Presenter WEBINAR Self Driving for Teacher

Bondowoso,IP.News – Kegiatan Webinar Self Driving for Teacher, yang diselenggarakan oleh PB PGRI bekerjasama dengan Rumah Perubahan dan Mahir Academy pada tanggal 2 – 20 Mei 2020 lalu telah banyak membuat kejutan. Dari jumlah peserta yang begitu fantastis lebih 11.000 orang bergabung menjadi peserta secara virtual, kegiatan ini sebagai implementasi dari Webinar Guru Daring Milenial. Peserta yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia mulai dari Papua, Maluku NTT, Sulawesi hingga Aceh. Mereka begitu bersemangat untuk mendapatkan sesuatu yang baru khususnya dimasa Pandemi Covid-19.

Respon PB PGRI begitu luar biasa. Melihat kenyataan guru harus bekerja dari rumah selama pandemi, menjadi tanggung jawab PB PGRI untuk memberikan bekal keterampilan dalam mengisi hari-hari mendidik para siswa secara daring. Yang perlu dipikirkan agar para guru memaksimalkan kesempatan mendidik secara daring, sehingga para siswa belajarnya akan lebih terbantu.

Berkaitan dengan pelaksanaan Self Driving Skill for Teacher, PB PGRI langsung mengumpulkan Nara Sumber atau presenter untuk mengisinya. Mulai dari guru SD, SMP, SMA bahkan para akademisi didapuk untuk berbagi ilmu di Webinar berskala nasional itu. Salah satunya adalah Mulyono, Kepala SD Negwri Prajekan Lor 1 Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Sekaligus sebagai Sekretaris PGRI Bondowoso dan calon kuat sebagai ketua PGRI Kabupaten Bondowoso. Dipilihnya Mulyono, dikarenakan sekolah yang dipimpinnya seringkali menjadi duta Bondowoso dalam beberapa event lomba di tingkat provinsi. Bisa dibilang setiap tahun selalu langganan ke provinsi. Selain itu SDN Prajekan Lor 1 Prajekan Kabupaten Bondowoso sebagai salah satu sekolah adi wiyata dan sekolah terbersih se Bondowoso tahun 2019 lalu. ” Saya tidak tahu juga kenapa saya yang dipilih menjadi salah satu presenter. Mungkin karena saya pernah mengabdi di daerah terpencil, agar bisa berbagi dengan guru lain”, jelasnya kepada IP.

Sementara para pengawas meresponnya dengan senang hati, karena Mulyono selain kader PGRI yang aktif, yang memiliki jaringan luas di provinsi maupun pusat ia juga punya kemampuan dalam mengelola satuan pendidikan yang dipimpinnya. Seperti yang disampaikan Abu Hasan Korwil bidang Pendidikan Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso” saya pikir layak Pak Mulyono menjadi presenter Webinar, karena ia benar – benar praktisi pendidikan yang berhasil. Ia bicara bukan teori, tapi aksi”, tandasnya.

Dalam Webinar Nasional ini, Mulyono didapuk untuk menyampaikan materi Kepemimpinan (Kepala Sekolah) Perubahan. Pengalamannya dalam memajukan sekolah di daerah terpencil menjadi alasan lain untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana mengelola satuan pendidikan dengan segala keterbatasannya. Dalam pengalamannya, bagaimana ia mampu mengubah daerah gersang dan tandus menjadi sekolah yang asri dan berseri. Pada tahun 2015, atas prestasi dan sumbangsihnya merawat lingkungan beliau meraih UPTD Award, sebuah penghargaan yang prestisius saat itu. Sebagai buah dari ketekunan dan pengabdian secara ikhlas tanpa henti.

Pelaksanaan Webinar dilaksanakan mulai pukul 08.00 – 21.00 sepertinya menguras tenaga, tapi mencermati sajian materi yg diberikan, banyak hal-hal menarik dan penting yang layak dimiliki para guru. Para guru akhirnya mulai mengenal kosa kata baru seperti.mobile learning, pembelajaran daring, virtual classroom dan beberapa kosa kata baru yang terus bermunculan di era pandemic covid-19 ini. Tentu hal ini harus direspon secara cepat dan tepat oleh para guru untuk dikembangkan, ditularkan kepada teman seprofesi.

Semoga Webinar self for teacher ini bermanfaat dan terus dikembangkan oleh PGRI sebagai Organisasi Profesianal dari orang-orang yang professional di bidang pendidikan. Hidup Guru, Hidup PGRI, Solidaritas YES. (Iyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here