
MOJOKERTO, IP.News – Jarum jam baru saja melewati pukul 18.50 WIB pada Minggu malam (16/8/2026), namun kehangatan sudah berpendar di sepanjang gang kecil Dusun Sambiroto RT 05 RW 02, soko, Kabupaten Mojokerto.
Di atas bentangan terpal hijau yang memanjang membelah jalan desa, puluhan warga duduk bersila, saling berhadapan dalam senyap yang khidmat.
Malam itu, mereka berkumpul untuk melaksanakan tradisi tahunan yang tak pernah luntur tergerus zaman: malam tirakatan dan doa bersama dalam rangka menyambut HUT RI ke-81.
Dipimpin langsung oleh Ketua RT, Bapak Wahyono, suasana malam tirakatan berlangsung sederhana namun sarat makna. Alih-alih panggung megah berlampu sorot, warga memilih merayakan kemerdekaan dengan cara paling membumi.
Mengenakan kemeja batik, baju koko, dan peci hitam, bapak-bapak serta pemuda desa duduk berjejer rapi. Di hadapan mereka, berderet kotak-kotak berkat makanan yang siap dinikmati bersama setelah untaian doa selesai dipanjatkan.
Bagi warga Sambiroto, tirakatan bukan sekadar rutinitas tanggal 16 Agustus malam. Ini adalah ruang jeda untuk menundukkan kepala, mengingat kembali darah dan air mata para pahlawan yang gugur demi bendera Merah Putih yang kini berkibar bebas di depan rumah mereka.
Di bawah temaram lampu hias yang melintang di atas kepala, lantunan doa komunal mengalun, memohon keberkahan, keselamatan, dan persatuan bagi bangsa Indonesia, khususnya untuk kerukunan warga di lingkungan RT 05.
“Kegiatan seperti ini yang menjaga kami tetap kompak. Di sini tidak ada sekat, semua duduk sama rendah, makan dari jenis kotak yang sama, dan mengamini doa yang sama,” ujar salah satu warga yang hadir.
Saat doa penutup selesai dibacakan, suasana khidmat seketika mencair menjadi tawa dan obrolan hangat. Kotak-kotak makanan dibuka, air mineral dibagikan, dan esensi sejati dari kemerdekaan bangsa ini mewujud nyata di tanah sambiroto sebuah kebersamaan yang tulus dan gotong royong yang terus dirawat dari generasi ke generasi.(pur)














