Revitalisasi Lembaga Pendidikan tiba-tiba menjadi genit untuk dimainkan. UPTD SPF SDN Banyuwulu 4 jadi Korban Begal.

Bondowoso, IP.News – Program Sub direktorat Sarana dan Prasarana dan Tata Kelola Tahun Anggaran 2026. Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Formal dan Non Formal, Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai mengucurkan dana untuk Revitalisasi Lembaga Sekolah Dasar Tahun 2026.
Direktorat Sekolah Dasar saat ini sedang melaksanakan pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi ( ZI-WBK ). Jelas tidak ada celah pungli meskipun dikemas dengan bahasa sehalus debu jalanan. Kegiatan ini benar-benar berupaya tak tersentuh oleh oknum-oknum jahat bermuka manis, kadang berwujud manusia imitasi yang mencatut nama penguasa atau penjabat dalam lingkungan yang berkaitan dengan program ini.
Fakta yang terjadi dalam proses untuk mendapatkan bantuan program ini banyak yang mulai bermain dengan data-data lembaga yang akan memperoleh bantuan Revitalisasi tahun anggaran 2026. Jaminan untuk memperoleh bantuan ini ternyata tidak semulus apa yang dibayangkan oleh Lembaga yang memang sangat pantas untuk mendapatkannya.
Seperti yang kami peroleh informasi di lapangan, UPTD SPF SD NEGERI BANYUWULU 4 Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso adalah salah satu contoh Lembaga Pendidikan yang teraniaya haknya padahal sekolah ini lebih sangat membutuhkan jika dibandingkan dengan 24 Lembaga yang saat ini telah memulai kegiatan revitalisasi, bahkan Bupati dan jajarannya termasuk kepala Dinas Pendidikan dengan dengan jajarannya menyempatkan berkunjung bersama meninjau Lembaga tersebut meskipun jalan dan daerah geografinya diatas gunung, karena bangunan sebagian ambruk disebabkan sudah sangat tua tidak tahan lagi oleh Alam dan beban derita yang selalu terabaikan dari waktu ke waktu ditambah lagi ditindas oleh oknum Dinas Pendidikan yang merasa punya kuasa melebihi Kadisnya.

Menurut sumber yang kami peroleh, bahwa UPTD SPF SD NEGERI BANYUWULU 4 Keca matan Wringin Bondowoso telah mengitu proses pendataan dari awal, melengkapi data-data sesuai petunjuk dari KEMENDIKNASMEN, pada klimaknya di undang mengikuti kegiatan Sosialisasi Calon Penerima Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2026 bahkan UPTD SPF SDN Banyuwulu 4 Kecamatan Wringin berada di urutan pertama dalam daftar tersebut. Namun ternyata bukan jaminan meskipun berada di urutan pertama akan semulus yang diharapkan, dalam perjalanan waktu ternyata ada campur tangan jahat oknum SARPRAS Dinas Pendidikan dalam prosesnya dalam menjegal, menghapus, mengganti seenak otaknya nama UPTD SPF SD NEGERI BANYUWULU 4 Kecamatan Wringin Bondowoso, diubah lembaga lain padahal dalam undangan Sosialisasi dari Kemendik dasmen lembaga tersebut tidak terdaftar. Ada juga beberapa Lembaga lain yang senasip dengan UPTD SPF SD NEGERI BANYUWULU 4 Kecamatan Wringin Bondowoso.
Sumber lain mengatakan, ada group WA khusus oknum SARPRAS dan beberapa pengawas tanpa Kadis dan Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso dengat jalinan Kerjasama sangat baik. Sehingga banyak kemungkinan data-data sudah tidak sesuai. Tandasnya kecewa.
Disisi lain bulan Agustus 2026 lalu Dana Revitalisasi sudah mulai dikucurkan ke Lembaga-lembaga sesuai daftar hasil begal tersebut, maka timbullah masalah baru, hiruk pikuk komitmen prosentasi muncul ke permukaan dari 15%, 20% dari nilai uang yang telah masuk ke rekening Lembaga masing-masing. Ada juga yang menekan meneror meminta 20% ke lembaga karena menurut nya Dia yang membawa dan mengajukan proyek tersebut mengatasnamakan ASPIRASI.
Jelas-jelas ini adalah program Kemendik dasmen, masih saja bodohnya kebangetan hadeh. Pemerasan seperti ini layak APH turun tangan, tunggu saatnya kami masih dalam proses pengumpulan data.
Kadis Pendidikan Bondowoso kemarin tanggal 1 September 2026 memanggil semua KS Lembaga yang memperoleh program Revitalisasi tahun anggaran 2026 tersebut di Aula Dinas Pendidikan untuk mem berikan pengarahan, karena di lapangan banyak oknum yang mengaku utusan kepala Dinas. Oknum atas nama ASPIRASI yang menekan salah satu Kepala Sekolah sampai menangis tersedu merasakan berat nya tekanan. Yang pertama ini 24 lembaga sdah ramainya bukan main apalagi kloter kedua sebanyak 54 lembaga yang akan memperoleh manfaat program Revitalisasi tahun anggaran 2026. Marilah kita berfikir cerdas, menganalisa fakta, dan realita jangan tergoda rayuan siluman jahat yang suka menebar angin Surga padahal neraka yang didapat.
Program Revitalisasi ini semakin lama semakin genit untuk diungkap, kami akan terus mengawal program ini sampai tuntas, mene lusuri oknum-oknum yang mengatasnama kan kepentingan jahatnya, mengganjal, membegal program ini dengan cara-cara licik. Tunggu edisi berikutnya. (@massIYAN)














