BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo Sikapi Polemik Turun Faskes

0
652
Erwin Widiarmanto perwakilan BPJS Kesehatan saat memberikan informasi

Sidoarjo, IP.News – Dalam menyikapi rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Kepada seluruh pelayanan BPJS di tingkat cabang, salah satunya BPJS cabang Sidoarjo. Rabu (11/9/2019).

Mulai dari adanya isu rencana naik itu, muncul polemik peserta BPJS turun kelas. Dari sebelumnya Kelas I turun menjadi Kelas II dan kelas II turun menjadi kelas III.

“Polemik terjadi sejak adanya peserta berkonsultasi dengan pihak BPJS Kesehatan yang inginkan turun kelas,” ujar Erwin Widiarmanto, Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan, BPJS Kesehatan Sidoarjo.

Erwin menjelaskan, 1.602.701 jiwa yang menjadi peserta BPJS Kesehatan Sidoarjo per akhir Agustus 2019.

Pasalnya, jumlah itu mencapai sekitar 65 – 70 persen jumlah penduduk Sidoarjo yang mencapai 2,2 hingga 2,5 juta jiwa.

“Meskipun ada polemik penurunan kelas, pihaknya akan tetap memenuhi persyaratan untuk Rumah Sakit di Sidoarjo”, terangnya.

Sambung Erwin, terbanyak memang iuran yang tersedot untuk pembayaran klaim di RSUD Sidoarjo. Sebulan bisa mencapai sebesar Rp 40 milyar.

Saat menjalankan program, subsidi-lahan dengan program kenaikan iuran, BPJS tetap melaksanakan survei peserta dalam mendapatkan layanan kesehatan. Rata-rata sudah banyak yang menerima layanan kesehatan dari masyarakat kelas bawah, tengah hingga atas.

“Rata-rata survei masih 75 persen memuaskan peserta BPJS. Itu selalu kami survei agar layanan kesehatan maksimal pembayaran klaim berjalan bulan berikutnya,” tuturnya.

Sementara itu, Erwin berharap jika RSUD dan Faskes tetap memberikan pelayanan terbaik untuk peserta BPJS Kesehatan.

Selain itu, pembayaran klaim yang terlambat tidak mempengaruhi pelayanan bagi pasien peserta BPJS Kesehatan.

“Itu agar semua peserta mendapatkan layanan yang sesuai dengan harapan dan tujuan BPJS Kesehatan,” tegasnya. (az)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here