Diskominfo Nganjuk Mengajak Pemilik Warung Ikut Gempur Rokok Ilegal

0
35
Sosialisasi DBHCHT di Kecamatan Berbek

NGANJUK, IP.News – Dinas Kominikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk melaksanakan sosialisasi tentang bahaya peredaran rokok ilegal kepada para pemilik toko atau warung kelontong di Pendopo Kecamatan Berbek, Senin (22/11/2021). Hadir dan membuka kegiatan, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Nganjuk Ida Sobihatin, AP, M.Si.

Dalam sambutannya, Ida menyampaikan tujuan sosialisasi tersebut. Yaitu edukasi dan menyebarluaskan informasi tentang bagaimana mengenali ciri-ciri rokok ilegal, dan bahaya mengedarkannya.

“Diharapkan dengan pelaksanaan sosialisasi ini perwakilan masyarakat yang menjadi peserta dapat ikut menyebarkan informasi dan mendukung upaya pemerintah dalam menurukan dan menekan peredaran rokok ilegal,” jelasnya.

Wanita yang juga Plt Camat Berbek tersebut mengatakan, sosialisasi tersebut terselenggara berkat pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT). Untuk itu, Ida berharap, para pemilik toko atau warung kelontong ikut gempur rokok ilegal. “Rokok tanpa cukai bisa merugikan negara,” imbuhnya.

Sebagai informasi, sosialisasi tersebut mengundang Hendratno Argosasmitopius selaku Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama dari Kantor Bea Cukai Kediri sebagai narasumber. Hendro menyampaikan tentang barang kena cukai.

Selain rokok, menurut Hendratno, barang kena cukai lainnya adalah minuman beralkohol (mihol). “Rencananya ke depan plastik juga akan kena cukai,” terangnya.

Hendratno juga menyampaikan keapada peserta tentang bagaimana mengenali rokok ilegal. Masyarakat dapat mengenali ciri-ciri rokok ilegal. Antara lain adalah rokok polos, atau rokok tanpa pita cukai.

Kemudian, rokok dengan pita cukai palsu atau tidak menggunakan pita cukai yang diproduksi oleh pemerintah sebagai pelunasan cukai. Selanjutnya, rokok dengan pita cukai bekas yaitu menggunakan pita cukai bekas dengan menempelkan kembali dari bungkus rokok lain ke bungkus rokok baru. Serta rokok dengan pita cukai salah personalisasi, yaitu pita cukai salah tidak sesuai peruntukannya.

“Rokok ilegal tidak berkontribusi DBHCHT. Sedangkan DBHCHT diperuntukan untuk kesehatan, kesejahteraan masyarakat, dan juga untuk sosialisasi di bidang cukai atau pemberantasan rokok ilegal,” sambungnya.

Sedangkan bagi yang melanggar atau kedapatan memperjual belikan rokok ilegal, dapat dikenai sanksi. Sanksinya yaitu sesuai dengan Undang-Undang (UU) No 39/2007.

“Pidana penjara satu sampai lima tahun. Juga bisa dikenakan denda dua kali dari cukai yang harus dibayarkan,” imbuhnya sambil berharap masyarakat semakin paham tentang cukai, dan dapat bersama-sama memberantas barang kena cukai ilegal.

Selain di Berbek, kegiatan serupa juga berlangsung di sejumlah kecamatan lain di Kota Bayu.  Rencananya berlangsung di sepuluh kecamatan, dalam waktu lima hari. (ful)

sumber : PING

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here