Dr. Djuwari Berikan Kiat Editing dan Reviewing Artikel Jurnal Ilmiah

0
1764
Dr. Djuwari Menerima Cinderamata dari Kajur Akuntansi FE-UM, minggu (24/9/17)

Malang, IP.News – Tepatnya di Hotel Ijen Suits, Malang, diadakan workshop tentang editing dan reviewing artikel jurnal ilmiah oleh Jurusan Akuntansi, Fakultas ekonomi (FE), Universitas Negeri Malang (UM) Jumat 22-Minggu 24 September 2017.

Dr. Drs. Djuwari, M.Hum, diundang Ketua Jurusan (Kajur) Akuntansi Dr. Nurika Restuningdiah, SE., M.Si. Ak., CA dalam rangka pengelolaan Jurnal Ilmiah bersama dua pembicara lainya, yaitu Roni Herdianto, ST., MT., dan Aji Prasetya Wibawa, ST., MT., Ph.D, dari UM.

Djuwari memberikan kiat mengedit dan mereview artikel jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional. Pada kesempatan ini, pemaparan pertama, terkait pengelolaan jurnal internasional yang telah dia alami selama ini. Djuwari, dosen STIE Perbanas Surabaya ini, memaparkan contoh-contoh jurnal ilmiah internasional yang dia sendiri sebagai salah satu editornya.

Beberapa pertanyaan yang ada di dalam form isian review dipaparkan semua. Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab oleh review sesuai dengan isi artikel mulai dari kriteria judul, abstrak, introduction, metodologi penelitian, temuan, pembahasan, dan sampai simpulan.

Pertanyaannya sangat rinci sehingga reviewer harus menjawab semua dengan membaca artikel secara seksama dan menyeluruh secara detail pula.

Itu sebabnya, jika kita mereview, kita tidak bisa memebaca dengan tergesa-gesa. Mereview itu memberikan banyak saran jika diperlukan dan perbaikan. Reviewer juga harus jujur jika artikel yang dikirimkan oleh jurnal ilmiah tidak sesuai dengan bidangnya, dia harus menolak.

Khusus mengedit artikel ilmiah, menurut Djuwari, ada keunikan tersendiri. Tidak sedikit bahasa Bahasa Indonesia pun ada beberapa kalimat yang tidak lengkap. Jika berbahasa Inggris, kriterianya juga beda.

Misalnya, ada jurnal yang mengukur level bahasa Inggrisnya. “Ada perangkat khusus yang bisa dipakai mendeteksi bahasa Inggris tingkat elementray, intermediate, dan advanced. Untuk jurnal ilmiah internasional, bahasa Inggrisnya sudah harus berlevel pegururan tinggi.

“Kita bisa memanfaatkan Gunning Fox dan Keterbacaan Kemudahan Reading secara online gratis juga di internet.” Papar Djuwari yang juga President of International Association of Scholarly Publishers, Editors, and Reviewers (IASPER).

“Ada mesin tatabahasa Inggris, namun jurnal ilmiah internasional masih membutuhkan pakar bahasa karena tidak semua kesalahan bahasa bisa terditeksi oleh mesin tersebut” lanjutnya. (Bas)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here