DRAMA PILKADES SERENTAK KABUPATEN BONDOWOSO

0
37
Gambar Ilustrasi

Bondowoso,IP.News – Sebanyak 171 desa di Kabupaten Bondowoso telah usai melaksanakan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) serentak, Senin 15/11/2021 kemarin.

Seperti layaknya sebuah kompetisi, PILKADES memang menjadi ajang pertarungan calon untuk memenangkan hati masyarakat, tidak jarang ditemui gesekan gesekan yang terjadi baik antar pendukung calon, bahkan pihak penyelenggara /panitia pelaksana PILKADES tak luput dari sorotan dan terkadang mendapat intimidasi dari beberapa oknum.

Tim IP News Bondowoso merangkum beberapa kejadian yang mengiringi proses pesta demokrasi masyarakat desa di Kabupaten Bondowoso.

1. Adanya perubahan jadwal pemungutan suara yang mundur 25 hari dari jadwal semula, yang awalnya 20 Oktober 2021 menjadi 15 November 2021 yang tertuang pada SK Bupati Bondowoso nomor 188.45/915/430.3.2/2021 tentang Tahapan Pelaksanaan Pilkades Serentak 2021 Kabupaten Bondowoso.

2. Perubahan tatacara pemungutan suara yang menyesuaikan dan mengikuti protokol kesehatan, dimana pelaksanaan pemungutan suara untuk Pilkades terpusat di Kantor Desa setempat, kini pelaksanaannya dibagi menjadi beberapa TPS sesuai jumlah DPT dimasing2 desa yang mana dalam 1 TPS tidak lebih dari 500 DPT.

3. Dari 171 desa yang melaksanakan Pilkades serentak terdapat jumlah total DPT 444.548 dan 1.004 TPS.

4. Antusias warga mencalonkan diri menjadi Calon kepala desa yg cukup tinggi, sekitar 600 warga yang mendaftar untuk menjadi bakal calon kepala desa sekitar 100 diantaranya merupakan kepala desa petahana. Setelah melalui proses seleksi terjaring 556 calon kades yang terdiri dari 507 laki laki dan 49 perempuan.

5. Adanya kejadian protes calon kepala desa di Desa Kalianyar kepada Panitia Desa pada Jumat 12/11/2021 yang berujung pada penggantian 12 panitia KPPS setelah melalui proses kesepakatan bersama.

6. Situasi tegang sempat terjadi dihampir seluruh desa yang melaksanakan Pilkades serentak dan paling parah terjadi di Desa Pakuwesi Kecamatan Curahdami terjadi ketegangan antar pendukung calon yang berujung pembacokan. Kejadian tersebut terjadi H-2 pelaksanaan Pilkades, hari Sabtu, 13/11/2021.

7. Setelah penghitungan suara di masing masing desa yang merupakan puncak pesta demokrasi tingkat desa, terdapat kejadian dramatis seperti Calon Petahana kalah oleh kandidat pendatang baru seperti yang terjadi diantaranya desa Pejagan, Grujugan Kidul, Jebung Lor, Koncer Kidul, Kapuran dan yang paling dramatis tentunya terjadi di Desa Pasarejo kecamatan Wonosari. Dimana selisih dari hasil pemilihan hanya 1 suara saja. Yaitu Joni Firdaus calon nomor urut 4 yang mendapat 551 suara unggul dari calon nomor urut 2 Sofi riandi yang memperoleh 550 suara.

Pesta demokrasi tingkat desa telah usai, pemimpin Desa untuk 6 tahun kedepan sudah ditentukan. Mari kembali bersatu untuk membangun desa bersama, hilangkan rasa permusuhan karena beda pilihan sebab semua itu merupakan proses demokrasi yang sesungguhnya. (Arif Jaka Tirtana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here