Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Selamat Jalan Bapak Herman Halim

0
689

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Tepat pada Kamis (11/8/2022), Bapak Drs. Ec. Herman Halim, MBA wafat, (saat dirawat di Singapura), meninggalkan para kerabat baik jajaran kawan-kawannya di Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional Swasta (Perbanas) (karena beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Perbanas Jatim ) maupun para jajaran pendidikan di yayasan pendidikan yang beliau naungi, sebagai Ketua Yayasan dan saat ini sebagai Penasihat.

Secara pribadi, saya tulis ini, saya turut berbelasungkawa, turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Herman Halim. Banyak hal yang dapat saya pelajari dan ceritakan dari sosok beliau selama saya bekerja di bawah naungannya, kurang lebih 32 tahun, selama waktu itu, dan sebelum saya mengabdi di jurusan Bahasa Inggris, FKIP, Unusa.

Sosok pertama dalam diri Bapak Herman Halim adalah sosok yang bersahaja. Dalam berkomunikasi baik suasana formal maupun informal, beliau senantiasa bersahaja. Enak dalam berkomunikasi. Bahasanya bernada datar, tidak pernah “meninggi” dan selalu to the point. Itu sebabnya, setiap berbicara, beliau selalu dapat menyampaikan gagasannya dengan lugas dan jelas.

Dalam suasana tegang dan topik yang serius pun (karena saya juga pernah menjabat anggota presidium dan jajaran puncak rektorat pada awal 2000-an), beliau selalu menanggapinya dengan bahasa yang datar dan bersahaja. Dalam hal ini, saya juga sering berkomunikasi melalui jalur formal lain ketika berkali-kali saya terpilih sebagai anggota senat perguruan tinggi di PTS yang beliau naungi.

Ide-idenya selalu menyentuh pada pokok persoalan yang nyata. Beliau tidak pernah berbicara hal-hal kecil yang justru tidak mengarah pada kebijakan-kebijakan strategis. Semua disampaikan dengan bahasa yang sederhana lugas jelas, to the point.

Oleh sebab itu, selain bersahaja, Bapak Herman Halim itu sangat suka berbicara hal-hal strategis untuk kepentingan bersama. Jujur saja, tentang hal ini, beliau sangat mengapresiasi ide-ide strategis. Jika diajak berbicara masalah yang strategis, maka belau selalu banyak yang disampaikan. Sebaliknya, jika yang kita sampaikan itu terkait hal-hal yang terlalu operasional dan apa lagi mengacu pada kepentingan sempit (baca= kepentingan pribadi), maka, beliau tidak banyak menanggapi. Biasanya, dijawab dengan singkat. “Thank you for the info.” Ya, hanya itu, jawabnya. Itu yang pernah saya dengar (baca).

Sebaliknya, jika yang kita sampaikan itu berkaitan dengan kebijakan strategis, beliau tidak segan menjawabnya dengan gembira dan tidak singkat seperti jawaban, “Thank you for the info.” Dengan mengenal sosok sifat yang kedua itulah, siapapun yang berbicara dengan beliau tentang hal-hal yang strategis, beliau bisa mengaggapi secara serius.

Selain bersahaja dan suka bahasan strategis, Pak Herman Halim adalah sosok yang futurist. Bayangkan, sebelum ada banyak publik di negeri berbicara tentang e-government, dan berbagai perangkat transaksi keuangan virtual crypto-curency, Bapak Herman Halim, jauh sebelum itu, sudah berbicara tentang Block-Chain yang akan digarap di negeri–negeri maju, beliau sudah berbagi (share) tautan-tautan lewat Wassap jaringan pribadi (Japri).

Saya diberi tautan (link) tentang bagaimana suatu saat block-chain dan Bitcoin, cryptocurrency itu diterapkan. Dalam tebakan penalaran saya, beliau itu, secara implisit sebenarnya, “menggiring” atau mengajak saya berpikir bagaimna jika kita dalam dunia pendidikan terkait dengan kemajuan teknologi seperti itu. Maka, saat itu, (meskipun tanpa ditanya secra eksplisit terkait tugas dosen sebagai pelaku pendidikan), saya langsung mengaitkannya dengan proses pendidikan.

Saya, kemudian, menyampaikan gagasan bahwa pendidikan harus ditopang dengan teknologi agar siap berubah secara mendesak seperti proses block chain, dan crypto currency. Proses pendidikan dan proses belajar-mengajar jelas harus cepat beradaptasi dengan menggunakan teknoligi, technology-based education process.

Bahasan-bahasan seperti itu sering terjadi secara privat lewat Wassap.
Kita tidak menyangka, topik-topik itu ternyata bisa terjadi secara mendadak dan masal ketika awal pandemic Covid-19 merebak di seluruh dunia, temasuk di Indonesia. Saat itulah, saya ingat betul tentang ketidaksiapan semua sekolah dan Universitas. Padahal, jauh sebelum itu Bapak Herman Halim sudah membahas dengan sharing tautan terkait aktivitas kehidupan block chain— aktivitas kehidupan berbasis teknologi. Dan, kita harus berubah.

Hal terakhir yang terkesan adalah, Bapak Herman Halim sangat membanggakan putranya yang sukses di dunia perbankan Syariah. Beliau sering cerita tantang sukses putranya yang kuliah di Asutralia. Puteranya ini sudah lulus (yang disharekan akhir 2021 lalu, video terkait aktivitas putranya yang sukses). Dalam video itu, putranya mengadakan event internasional di luar negeri. Saya lupa negaranya. Putranya, setelah lulus, (seingat saya beliau cerita) sudah menjabat posisi top management sebuah bank Syariah asing di luar negeri.

Video tentang sebuah konferensi internasional program pendanaan proyek-proyek besar, terutama pendidikan. Dalam video tersebut, ada putranya yang sedang berbicara sebagai Ketua Panitia penyelenggara, berbahasa Inggris yang sangat fasih itu. Dari cerita-cerita tentang putranya secara pribadi itulah, (melalui Wassap), bisa disimpulkan, bahwa Bapak Herman Halim sangat mencintai keluarganya, selalu membanggakan putranya itu; meskipun secara pribadi, saya belum tahu dan belum mengenal putranya tersebut.

Dari komunikasi formal melalui rapat-rapat senat perguruan tinggi, rektorat, dan obrolan lewat wassap japri itu, saya mengenal sosok Bapak Herman Halim. Beliau sebagai pemimpin bersahaja, yang cerdas, futurist, to the point, berpikir strategis, serta bengga dengan keluarganya. Semoga beliau husnul khotimah, Amiin Amiin Ya Robbal Alamiin. Selamat Jalan Bapak Herman Halim.

Di tulis Oleh: Djuwari (Wartawan Indonesia Pos), (Dosen Bahasa Inggris, FKIP, Universitas NU Surabaya), (President of International Association of Scholarly Publishers, Editors, and Reviewers /IASPER)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here