Kejari Bentuk Timsus Awasi PSN di Nganjuk

0
69
Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kajari Nganjuk Dicky Andi F, SH dalam talkshow di RSAL FM, Rabu (15/12/2021).

Berantas Mafia Tanah yang Menghambat Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional

NGANJUK, IP.News – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk turut memberi dukungan terhadap berjalannya berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang saat ini tengah berjalan di Kota Bayu. Dukungan itu diwujudkan dengan ikut memberantas mafia tanah yang dapat menghambat paksanaan PSN.

Hal itu seperti disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kajari Nganjuk Dicky Andi F, SH dalam talkshow di RSAL FM, Rabu (15/12/2021). Dicky mengutarakan, untuk mewujudkan Nganjuk yang bersih dari individu, kelompok, atau badan hukum yang melakukan tindakan untuk membuat kejahatan yang dapat menimbulkan dan menyebabkan terhambatnya pelaksanaan kasus pertanahan, pihaknya berupaya memberantas mafia tanah yang adapat meresahkan masyarakat.

Menurut Dicky, PSN tentu membutuhkan tanah atau lahan luas. Untuk itu, diperlukan Tim Khusus (Timsus) untuk memberantas mafia tanah. Dengan harapan pada PSN tidak ada mafia tanah yang bermain dalam pengadaan. Sehingga seluruh PSN bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Sesuai perintah dari Kejaksaan Agung melalui surat edaran, kami telah membentuk Timsus Kejari Nganjuk. Pada saat ini kami imbau kepada masyarakat, bila ada mafia tanah untuk segera melapor kepada kami agar kita bisa tindak lanjut. Dan alhamdulillah selama dibentuk tim, belum ada laporan, dan semoga tidak ada,” terangnya.

Adapun upaya yang dilakukan untuk edukasi agar masyarakat terhindar dari mafia tanah, yaitu membangun kolaborasi dengan Badan Pertanahan Kabupaten Nganjuk (BPN). Termasuk membentuk Timsus dengan anggota yang terdiri dari gabungan antar bidang maupun jajaran di Kejari Nganjuk.

“Kita juga sudah membuka layanan pengaduan masyarakat dan layanan konsultasi hukum terkait masakah pertanahan secara luring dan daring. Bisa melalui telepon, aplikasi WhatsApp, maupun website Kejari Nganjuk. Serta berbagai sosial media milik kami,” tambah Dicky pada acara yang dipandu Asti Hanifa tersebut.

Untuk itu, Dicky mengimbau masyarakat agar waspada dengan modus yang dilakukan oleh para mafia tanah. Dicky juga berpesan, apabila memiliki dokumen penting berupa sertifikat tanah, harus betul-betul dijaga dengan baik. Dan jangan mudah percaya kepada orang lain.

“Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati, jangan mudah percaya kepada orang lain secara serta merta. Selain itu, yang terpenting adalah tanah yang dimiliki saat ini digunakan dan harus dimanfaatkan. Sehingga tidak dibiarkan terlantar begitu saja. Hal tersebut dilakukan agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tutup Dicky.

Sebagai informasi, ada sejumlah PSN yang sedang dan akan berlangsung di Kabupaten Nganjuk. Antara lain Bendungan Semantok, Kawasan Industri Nganjuk (KING),  Bendungan Margopatut, Selingkar Wilis, dan Jalan Tol Kertosono-Kediri. (*)

Sumber : PING

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here