Kriteria Pemimpin Jatim 1 dan Jatim 2

0
1921
Oleh: Dr. Djuwari, M.Hum
Pengamat Pendidikan dan Sosial
President of International Association of Scholarly Publishers, Editors, and Reviewers (IASPER)
Dosen Bahasa Inggris STIE Perbanas Surabaya

Mendekati pilihan gubernur (Pilgub) jawa Timur (Jatim) yang kurang lebih satu tahun lagi ini terasa adem ayem. Wilayah orang Jawa Timur ini benar-benar berbeda dibanding dengan Pilgub DKI. Sejak dua tahun sebelumnya saja, suasana sosial politiknya sangat kemrungsung. Di Jatim, adem ayem: terasa dingin dan sejuk. Mudah-mudahan ini sebuah refleksi bahwa Jatim memang provinsi yang kondusif secara sosial politik.

Selama ini, memang Jatim sangat kondusif aman dan tentram ditinjau dari segi kondisi  sosial politik. Sebuah provinsi yang cukup terkendali dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik. Itu menurut pengamatan saya selama satu periode kedua kepemimpinan Jatim 1 dan 2  dari segi kondisi ekonomi, sosial, dan politik.

Berkaca pada kondisi itu, ada beberapa kriteria yang bisa dipikirkan untuk kepemimpinan Jatim 1 dan 2 masa mendatang yang cukup dekat ini. Setidaknya ada dua ranah dalam menentukan kriteria sosok pimpinan Jatim 1 dan 2 berdasarkan nilai-nilai kondusif wilayah Jatim. Dua ranah ini kemudian dipisahkan menjadi beberapa bidang.

Ranah pertama adalah ranah ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Ranah kedua adalah ranah sosial dan politik. Ranah yang pertama memang terdiri dari bidang ekonomi, bidang pendidikan, dan bidang kesehatan. Masing-masing bidang itu juga bisa dijabarkan lebih rinci. Rinciannya akan berupa berbagai dinas-dinas dan seksi-seksi yang lebh detail

Adapun ranah sosial dan politik itu menyangkut bidang administrasi keamanan dari jajaran sosial dan politik yang kondusif. Di bidang sosial, ini akan terkait dengan berbagai dinas-dinas dan seksi-seksi yang mendukung situasi sosial di seluruh wilayah. Faktor penting ini  diperlukan agar tatanannya bisa kondusif dan terkendali. Semua unsur yang ada itu harus menjadi motor penggerak agar kehidupan sosial menjadi kondusif juga.

Bidang politik merupakan syarat utama agar wilayah Jatim ini tetap bertahan seperti kondisi akhir-akhir ini. Itu sebabnya, jajaran pemerintahan di wilayah Jatim bagi calon pemimpin Jatim 1 dan 2, harus juga bisa merangkul jajaran keamanan wilayah Jatim seperti saat ini. Kondisi politik ini memerlukan keamanan dan oleh karena itu, Jatim 1 dan 2 harus mumpuni untuk bersinergi dengan wilayah ini.

Jika gambaran dua ranah besar itu dirinci secara detail, maka akan membuka mata publik untuk membuat kriteria pemimpin Jatim 1 dan 2. Misalnya saja, bisa salah satu, yaitu Jatim yang 1 atau Jatim yang 2 itu mampu atau mumpuni menganalisis ranah pertama bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Kemudian, Jatim 1 atau Jatim 2, harus mumpuni ranah kedua yaitu sosial politik.

Pemilahan ranah dan bidang-bidangnya itu sangat mudah diuraikan untuk menjadi kriteria Jatim 1 dan 2 mendatang. Itu sebabnya, siapa pun yang jadi calon pemimpin Jatim 1 dan 2 itu harus memiliki kombinasi kriteria wilayah dua ranah itu. Jika dua calon gunernur (Jatim 1) dan calon wakil gubernur (Jatim 2) memiliki kemampuan yang sama, maka pola paduannya itu harus diubah.

Misalnya, jika Cagubnya banyak memiliki kriteria di ranah pertama (ekonomi, pendidikan, dan kesehatan) dan cawagubnya juga sebagian besar di ranah yang sama, maka pasangan ini kurang ideal. Atau jika cagubnya memiliki kriteria ranah kedua (sosial politik) dan cawagubnya memiliki ranah yang sama juga maka pasangan ini pun kurang ideal.

Siapa pun yang akan menjadi Jatim 1 dan 2, dan dari partai apa pun, mereka yang medukung harus mencalonkan pasangannya secara kombinasi. Kedua dari pasangan itu harus memiliki kekuatan dua ranah besar tersebut. Salah satu harus memiliki kriteria wilayah ranah pertama (ekonomi, pendidikan, dan kesehatan) dan pasangan satunya harus memiliki kriteria wilayah ranah kedua (sosial politik).

Khusus wilayah kedua, sosial politik, calon ini harus sudah bisa dideteksi bahwa dia mampu menjalin secara sinergis jajaran seluruh dinas sosial dan kemasyarakatan. Di samping itu, calon ini juga harus mampu secara sinergis bekerjasama dengan jajaran keamanan di seluruh wilayah Jatim. Jadi, ranah pertama (ekonomi, pendidikan, dan kesehatan) itu harus didukung penuh oleh jajaran sosial dan politik.

Ranah pertama harus didukung secara sinergis dengan seluruh jajaran keamanan di wilayah Jatim. Dengan perpaduan dua ranah besar dan sinergisitas antarranah itu akan menjadikan rakyat Jatim aman, tentram, cerdas, sehat, dan sejehatera. Semoga kepemimpinan Jatim mendatang sudah dipersiapkan dengan sosok Cagub dan Cawagub yang mumpuni dengan kriteria di atas. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here