Lezatnya Pecel Semanggi Suroboyo

0
241

Surabaya, IP.News – nTahukah anda bahwa kuliner khas kota Surabaya tidak hanya rujak cingur tapi juga pecel semanggi. Walaupun namanya pecel namun rasanya sangat berbeda dari rasa pecel pada umumnya. Bagi anda yang belum pernah mencoba mencicipinya jadi semakin penasaran, kira-kira seperti apa sensasi makan pecel tapi bukan rasa pecel? Bingung yah?. Yang sering kita jumpai bumbu pecel terbuat dari bahan utamanya yaitu kacang dan rempah lainnya, yang diolah dengan cita rasa pedas dan original, namun bumbu dari pecel semanggi berbeda. Letak perbedaannya pada bahan utama. Selain kacang sebagai campuran, Ubi adalah bahan yang tidak boleh tergantikan dengan yang lain? Lantas bagaimana rasa ubi yang manis tapi dijadikan sebagai bumbu pecel? Rasanya sungguh lezat. Perpaduan rasa manis, gurih dan pedas yang menyatu dalam satu bumbu.

Di Kota Surabaya anda bisa mendapatkan pecel semanggi saat berkunjung ke Taman Bungkul. Taman yang berada di jalan raya darmo ini menjadi tempat berkumpulnya para penjual pecel semanggi. Pecel semanggi di sajikan dalam satu pincuk, sebutan tempat atau wadah yang digunakan untuk makan yang terbuat dari daun pisang. Dalam satu pincuk terdapat sayur semanggi dengan tauge kemudian di siram dengan bumbu pecel yang khas, dan kerupuk puli lebar sebagi pelengkap. Pembeli hanya cukup membayar sepuluh ribu rupiah untuk satu porsi pecel semanggi. Uniknya, makanan tradisional ini banyak di gemari dari semua kalangan. Sudarmadji salah satu pengunjung car free day Taman Bungkul mengatakan setiap minggu ia bersama keluarga berkunjung kesana hanya untuk menikmati pecel semanggi.

“Tiap minggu saya kesini dan tidak pernah bosan makan pecel semanggi, selain enak, murah, dan tidak perlu repot membuatnya. Pecel ini kalau bukan pake daun semanggi rasanya tidak enak. Pernah saya beli, bukan daun semanggi tapi pakai sayur kangkung, rasanya jadi aneh. Karena tekstur kangkung kalau di rebus atau di kukus kan agak benyek yah, tapi kalau daun semanggi itu keset, kering gitu jadi ketemu bumbunya pas, enak. Kalau ke Taman Bungkul wajib coba,” jelas Sudarmadji.

Bagi anda yang baru pertama kali makan pecel semanggi agak sedikit heran, karena makan dengan pincuk tanpa diberi sendok sebagai alat makan. Makan pecel semanggi paling enak dengan menggunakan kerupuk puli besar, nah kerupuk puli tersebut di gunakan sebagai pengganti sendok. Betapa lezatnya gurihnya kerupuk bertemu dengan manisnya bumbu yang sudah di campur dengan daun semanggi dan tauge dalam satu suapan masuk mulut terasa nikmatnya. Penasaran dengan rasanya? anda bisa berkunjung ke Surabaya. Dan jangan khawatir jika anda ingin menjadikan semanggi sebagai oleh-oleh, karena di beberapa tempat atau sentra pusat oleh- oleh kota Surabaya sudah ada daun semanggi kering lengkap dengan bumbunya yang bisa di bawa pulang sebagai buah tangan.

Agar daun semanggi terus ada dan tidak punah, di Kampung Sememi budidaya daun semanggi di lakukan oleh warga. Bahkan kampung sememi ini pernah di kunjungi oleh Nadiem Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek dan kampung semanggi ini di beri hak paten sebagai kampung edukasi semanggi. Hampir seluruh kampus dan sekolah di Surabaya telah mengunjungi kampung tersebut untuk penelitian, pengabdian, atau sebatas belajar dan rekreasi seputar semanggi. Pada tahun 2022 pecel semanggi di tetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tekhnologi RI. (*)

sumber : rri.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here