Menguak Misteri Makam Kramat Desa Wage

0
864

Sidoarjo, IP.News – Ditengah-tengah makam Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo terdapat dua makam yg baru selesai diperbaiki, makam tersebut adalah makam sepasang suami istri yg bernama Mbah Lukas dan Mbah Dinar, dahulu Mbah Lukas berprofesi sebagai kusir dokar sedangkan Mbah Dinar berprofesi sebagai orang yg membantu persalinan yang dulu diistilahkan Dukun Bayi.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat Desa Wage, beliau berdua bertempat tinggal di lahan yang sekarang menjadi makam Desa Wage dan sebelum wafat beliau berkeinginan apabila meninggal agar dimakamkan dilahan miliknya dan harapannya kelak keluarga dan warganya juga dimakamkan di lahan yang sama.

Beliau bedua mempunyai adik perempuan yang bernama Enjang Sumarsi, dimakamkan di sisi utara makam (sisi selatan dari makam warga non muslim) dengan ciri khas nisannya terbuat dari kayu yang sudah agak lapuk tanpa diberi nama.

Almarhumah Enjang Sumarsi adalah abdi dari (Mbah Ratu Ayu). Ungkapan itu di jelaskan Djono selaku sesepuh yang mengetahui cerita sejarah awal terbentuknya makam desa Wage.

Djono berharap Warga bisa meluangkan waktu berziarah ke makam leluhur Desa Wage tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap amal almarhum yang telah menghibahkan tanah miliknya sebagai lahan makam Desa Wage.

Djono bersama rekan rekannya yang peduli akan nasib makam tua yang tak terawat, merenofasi membenahi sekaligus merawat makam kramat itulah bentuk kepedulian saya anak cucu yang di lahirkan sebagai putra daerah asli desa wage.
“ Beserta rekan – rekan relawan peduli makam. Saya ceritakan semua ini agar anak cucu dan masyarakat Fesa Wage mengetahui benar asal usul makam kramat tersebut “.ulas Djono.

Lebih lanjut Djono mengatakan Simpang siurnya sejarah yang diplesetkan orang – orang yang kurang jelas kulturnya, membuat anak cucu dan masyarakat akan kepaten obor (padamnya cerita) Baik sejarah pepunden desa yaitu Mbah Ratu ayu, juga makam kramat yang ada di Desa Wage .

“ jangan di plintir kultur (sejarah) yang belum jelas kebenaranya “ Kata Djono sambil nyruput kopi dan memegang sebatang rokok di tengah makam waktu di jumpai Indonesia pos dalam ulasan menguak Tabir makam kramat yang berlokasi di Desa Wage. (idin/Giman.IP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here