Pemohon PTSL Desa Godean di Tarik Biaya Sebesar Rp. 500.000, – Per Bidang

0
1796

Nganjuk, IP.News – Pemerintah Pusat melalui Program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap atau sering disebut (PTSL) memicu pertanyaan spekulasi dimana di Desa Godean NganjukKecamatan Loceret sedang melaksanakan program PTSL.

Setidaknya ada 565 pemohon PTSL yang akan diterbitkan sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), Pemerintah memberikan subsidi kepada masyarakat mulai dari pendaftaran hingga terbitnya sertifikat, tetapi dalam proses melengkapi dokumen itulah Desa godean menggunakan alat kepanitiaan yang berasal dari pemohon itu sendiri dalam bentuk musyawarah untuk memungut tambahan biaya.

“ Ada dugaan Oknum panitia dan Kepala Desa, mencari untung dalam mencari kesempatan dalam program PTSL ini,, kemarin, Dugaan kerjasama rapi yang bisa disebut kongkalikong antara Kantor Agraria dan Penataan Ruang dengan perangkat desa setempat memicu biaya pengurusan kelengkapan dokumen sebagai syarat pendaftaran membengkak.

Dalam musyawarah ditetapkan Rp.500.000 per bidang untuk kepentingan pembelian Patok, Materai dan fotocopy dengan alasan lain untuk melayani petugas ukur dan petugas yuridis di lapangan saat mengerjakan tugas dalam proses pensertifikatan, biaya yang dikeluarkan untuk ongkos transport, makan dan minum.

Belum lagi ambisi oknum perangkat desa untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari masyarakat yang mengajukan permohonan sertifikat tanah.

Biaya untuk melengkapi dokumen permohonan pengurusan sertifikat PTSL ini kian membengkak, di Desa Godean mematok angka fantastis yaitu Rp.500.000 per bidang padahal dalam sosialisasi dijelaskan biaya itu hanya digunakan untuk pembelian patok, fotocopy dokumen, pembelian meterai dan sekedar konsumsi untuk kepanitiaan desa.

Memang tak semua desa mematok harga fantastis dalam PTSL yang memang sebenarnya sudah ada anggaran subsidi dari pusat. Namun banyak juga desa mematok angka yang mungkin bagi masyarakat awam masih juga terhitung murah, tetapi ambisi oknum perangkat dan tidak menutup kemungkinan bersama oknum petugas pertanahan berusaha memanfaatkan gratisnya pensertifikatan PTSL ini dengan mematok harga tinggi.

“ Biaya Rp.500.000 ribu, memang masih tergolong murah jika dibandingkan mengurus sertifikat dengan swadaya, tetapi yang perlu diingat bahwa PTSL ini memang program pensertifikatan tanah yang dibiayai oleh pemerintah. Dan tidak selayaknya dimanfaatkan oleh oknum untuk mengeruk keuntungan pribadi atau kelompok tertentu, “ pungkas salah satu pemohon yang tidak mau di sebut nama.

Sementara itu Kepala Desa Godean, Sulyadi saat akan dikonfirmasi perhal permasalahan penarikan biaya PTSL tersebut sampai berita ini di terbitkan belum bisa di temui. (Saiful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here