PT. BMKU Fasilitasi Sosialisasi Antisipasi Penularan HIV/AIDS dan IMS Bagi Pemulasara Jenazah Untuk Warga Sidowayah

0
1420
dari kiri dr. Hary Subagiyo, dr. Rahmat Aprillag D, Ir. H. Kukuh Prio Utoma, MM

Pasuruan, IP.News – Selama ini masih banyak masyarakat yang mempunyai tradisi tersendiri dalam memandikan jenazah. Salah satunya yakni dengan memangku jenazahnya. Padahal, cara seperti itu disebut cukup berbahaya mengingat rentan terhadap penularan penyakit berbahaya seperti HIV/AID atau IMS.

PT. Barokah Mitra Karya Unggul (BMKU) memfalitasi dan bekerja sama Penanggulangan AIDS (KPA) Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan mengadakan Sosialisasi Antisipasi Penularan HIV/AIDS dan IMS Bagi Pemulasara Jenasah Untuk Warga Sidowayah Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Rabu (10/10/2018).

Kegiatan ini di buka langsung oleh Manager HRD PT. BMKU, Ir. H. Kukuh Prio Utoma, MM mewakili Direktur PT. BMKU Ir. Gunawan Wibisono, ST di metting room PT. BMKU di Jalan Raya Pandaan – Bangil Km.5 Desa Baujeng Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan yang diikuti 100 orang peserta.

Dalam kata sambutannya H. Kukuh mengatakan sebuah kewajiban ilmu itu untuk dibagikan kepada mayarakat dalam merawat jenazah yang kena HIV/AIDS sangat penting. “ untuk itu PT. BMKU melalui kegiatan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) telah berperan aktif memberikan sosialisasi Antisipasi Penularan HIV/AIDS dan memberikan bantuan pembuatan jamban bagi 20 keluarga miskin di Desa Baujeng “. Katanya.

Kapala bidang Penanggulangan dan penyakit menular Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr. Rahmat Aprillah D dalam makalahnya mengatakan, selama ini masyarakat kurang memperhatikan keamanan dan juga kebersihan jangan sampai tertular HIV /AIDS. “ di Pasuruan sampai agustus 2018 jumlah kasus terkana HIV / AIDS sebanyak 1767 kasus di Kecamatan Prigen sebanyak 126 di susul Kecamatan Bangil 100 kasus sedang untuk Kecamatan Beji urutan 9 sebanyak 40 kasus “ Tandas dr Rahmat.

Lebih lanjut dr. Rahmat menjelaskan Pada prinsipnya penularan HIV dibedakan 4 fase yaitu Exit ini berarti virus harus keluar dari tubuh orang yang terinfeksi baik melalui hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi. Survive untuk dapat menularkan HIV, virus harus bisa bertahan hidup di luar tubuh. Sufficìent hal ini berarti jumlah virusnya harus cukup untuk dapat menginfeksi. Enter berarti virusnya harus masuk ke tubuh orang lain melalui cairan tubuh yang terinfeksi virus.

Materi sosialisasi Antisipasi Penularan HIV/AIDS dan IMS Bagi Pemulasara Jenasah kali ini disampaikan langsung oleh Gandi Suyoko petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, meliputi tata cara memandikan hingga mensalati jenazah. Peserta juga ditunjukkan simulasi mengkafani jenazah secara menyeluruh.

Gandi mengungkapkan, pemulasaran jenazah di tengah masyarakat biasanya mengikuti tradisi suatu wilayah secara turun-temurun, hal ini perlu disesuaikan dengan syariat.

“Ada dua hal yang menjadi tuntunan pengurusan jenazah di tengah masyarakat, yaitu secara tradisi dan syariat. Ini disebabkan karena masyarakat mengikuti apa yang dilihat, bukan mempelajari dan memahami. Tapi tidak jadi persoalan jika masih sesuai dengan syariat,” ungkapnya.

Gandi juga mengatakan, selain memandikan jenazah, hal lain yang tidak kalah berbahayanya adalah menggunakan air sisa memandikan jenazah untuk mencuci muka. Padahal, menggunakan air bekas tersebut sangat berbahaya.

“Menggunakan air bekas itu sangat berbahaya, selama ini masih banyak masyarakat yang menggunakan air bekas memandikan jenazah untuk mencuci muka,” tandasnya.

Hadir acara ini dokter PT. BMKU, dr Hari Subagiyo, Supervisor HRD Nurul Widayanti, S.I. kom Supervisor produksi Nur Wahib, S. Sos dan Zaenal Arif, SE serta Staf managemen Nur Hayati, SE.

Dalam acara ini PT. BMKU juga menyerahkan bingkisan bagi para peserta pelatihan yang berupa alat pelindung diri dan perlengkapan pemulasan jenazah. (Cak Bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here