Siapa Ingin Jadi Pahlawan ?

0
118
Dr. Djuwari, M.Hum
Dosen Universitas Hayam Wurk Perbanas Surabaya.
Presiden International Association of Scholalrly Publishers, and Editors (IASPER)

Kalau ingin jadi pahlawan, kita tidak harus perang. Makna kata pahlawan berasal dari kata bahasa Inggris hero. Kata ini, dalam Webster Dictionary, didefinsikan sebagai berikut. Pahlawan itu seorang yang memiliki keberanian atau kemampuan yang menonjol (dinstinguished).

Dia dipuji karena keberanian atau kemampuan yang luar biasa, dikagumi karena tindakannya yang berani dan kualitas mulianya. Jadi, intinya pada konsep kata keberanian. Keberanian dipadukan dengan tindakan yang mulia. Namun, dalam tindakannya itu harus benar-benar tampak menonjol (dinstinguished) bukan asal-asalan.

Selain itu, pahlawan munculnya dalam berbagai bentuk dalam kehidupan Kedatangannya bisa mulai dari keluarga dan teman hingga atlet sampai pada bintang film. Jika datangnya pahlawan bisa dalam berbagai bentuk, maka hampir semua manusia bisa mengambil peran untuk bisa jadi pahlawan.

Misalnya, datangnya dari keluarga. Bisa saja, datangnya dari teman. Bisa jadi, munculnya pahlawan itu sebagai atlet atau bahkan sebagai bintang film.

Lebih umumnya, datangnya pahlawan bisa di berbagai profesi. Itu sebabnya, dulu juga ada istilah pahlawan tanpa tanda jasa. Sebutan ini terjadi di dalam sebuah profesi keguruan. Seorang guru yang bekerja luar biasa, zaman itu dinamakan pahlawana tanpa tanda jasa.

Dalam keluarga, itu yang paling mudah dilakukan. Ini karena hampir setiap manusia memiliki komunitas kecil disebut keluarga. Di dalamnya, ada seorang ayah, ibu, dan kakak atau saudara tua. Mereka ini bisa melakukan tugas masing-masing dan jika mereka melakukannya secara menonjol (dinstinguished), maka mereka bisa disebut pahlawan.

Jika seseorang di dalam keluarga berperan sebagi ayah, maka dia bisa disebut pahlawan. Tugas perannya sebagai ayah betul-betul menonjol (distinguished). Jika seorang ibu memerankan tugasnya di rumah secara menonjol, dia juga bisa disebut seorang pahlawan. Bahkan, saudara tua yang menjadi model adik-adiknya, secara menonjol, juga bisa disebut sebagai pahlawan.

Berangkat dari definisi kata pahlawan, ternyata jadi pahlawan tidak harus perang. Jadi pahlawan ternyata bisa di berbagai profesi.

Seorang guru juga bisa menjadi pahlawan. Seorang tukang batu pun juga bisa disebut pahlawan. Kuncinya, mereka harus bekerja secara total dan menonjol (distinguished).

Selama ini, ada kesan seakan-akan pahlawan itu harus perang. Seakan-akan pahlawan itu harus bersengketa. Pahlawan itu harus juga seakan-akan harus tembak-tembakan. Pahlawan itu harus seakan-akan harus bom-boman. Itu bukan identitas karakter pahlawnan yang tunggal.

Memang, sejarah hari pahlawan itu diawali dari perang. Utamanya, saat itu arek-arek Surabaya berperang melawan penjajah. Sejarah Hari Pahlawan berawal dari pertempuran yang terjadi di Surabaya.

Pertempuran ini antara rakyat Kota Surabaya dan pasukan Inggris yang berawal dari bentrokan bersenjata.
Klimaks peperangan ini terjadi ketika Brigadir Jenderal Mallaby tewas. Dia itu pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur. Tepatnya itu pada 30 Oktober 1945. Dari sinilah, Inggris marah.

Tentara mereka mengultimatum kepada Indonesia untuk menyerahkan persenjataan dan perlawanan pada tentara mereka (wikipedia).

Namun, arek-arek Suroboyo tetap berjuang melawan mereka. Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh, saat itu, menggantikan Jenderal Mallaby pada 10 November 1945. Dia meminta penyerahan senjata dan jika tidak mau, maka mereka akan mengepung Surabaya.

Di sinilah, kota Surabaya juga dikenal sebagai kota pahlawan. Tempat terjadinya pertempuran dengan keberanian arek-arek Suroboyo yang menonjol.

Intinya, memang kata pahlawan dan hari pahlawan dimulai dari sejarah itu. Sebuah sejarah peperangan. Sebuah sejarah bentrokan. Sebuah sejarah pertempuran. Pokoknya, pahlawan saat itu lahir dari medan perang.

Namun, dari definisi kata pahlawan, maka kita bisa jadi pahlawan tidak harus perang. Kita bisa jadi pahlawan tidak harus bentrokan. Kita bisa jadi pahlawan tidak harus membuat medan perang. Jadilah paghlawan sesuai dengan profesi atau tugas kita masing-masing.

Kerjakan dengan sejujurnya. Berani dan bertanggungjawab pada tugas profesi atau bahkan sebagai anggota keluarga. Jika semua rakyat bekerja secara menonjol, di mana saja mereka berperan, mereka bisa disebut pahlawan. Ingat, Berani dan mulia. Bukan berani dan nista karena perilaku kecurangan dan keculasan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here