“Tri Maskada” Surabaya Raya Kompak Sukseskan Resepsi Puncak Satu Abad NU

0
230

Sidoarjo, IP.News – Resepsi Puncak Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 7 Februari 2023 disambut antusias berbagai pihak. Termasuk tiga kepala daerah wilayah Surabaya Raya yang dikenal sebagai “Tri Maskada”. Mereka adalah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Ketiga kepala daerah berusia muda tersebut mengunjungi Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu siang (5/2/2023). Ketiganya tampak berbincang serius mengoordinasikan sejumlah hal, terutama yang berkaitan dengan peran tiga kepala daerah tersebut.

“Kami bertiga hari ini kumpul di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, tadi sudah diskusi dengan Mas Eri Cahyadi dan Gus Yani. Kita sepakat bahwa ini adalah hajat bersama. Kita para kepala daerah sangat antusias menyambut Resepsi Puncak Satu Abad NU,” ujar Bupati Muhdlor.

“Alhamdulillah tadi rawuh meninjau langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar,” imbuh Gus Muhdlor, sapaan akrabnya.

Muhdlor membeberkan tiga daerah ini sangat lekat dengan NU, sehingga kolaborasi yang dilakukan bukan hanya karena ada event akbar NU, melainkan dibentuk lewat landasan historis yang kuat. Sidoarjo pada masa lalu adalah salah satu pusat pendidikan Islam tersohor, bahkan KH Hasyim Asy’ari dan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan pernah mengenyam pendidikan di daerah ini, tepatnya di Pondok Pesantren Siwalan Panji, Sidoarjo.

Surabaya, lanjut Muhdlor, adalah tempat berdirinya NU pada 16 Rajab 1344 atau 31 Januari 1926 di Surabaya. Di Surabaya pula, pda 22 Oktober 1945, terjadi peristiwa bersejarah kala “Resolusi Jihad” dicetuskan KH Hasyim Asy’ari di Surabaya, yang kemudian membakar semangat perlawanan rakyat dalam melawan penjajah.

Adapun Gresik merupakan salah satu daerah terpenting dalam penyebaran Islam ahlussunnah wal jamaah. “Di Gresik begitu banyak wali dan aulia, menebarkan Islam yang rahmatan lil alamin, yang terus dipegang teguh oleh Nahdlatul Ulama,” ujar alumnus Pesantren Ar-Risalah Lirboyo Kediri tersebut.

Dia mengatakan, kolaborasi ketiga daerah tersebut diwujudkan dalam berbagai hal. Di antaranya adalah saling dukung untuk penyiapan kekuatan SDM maupun fasilitas pendukung guna menyukseskan Satu Abad NU, seperti pengerahan relawan Tagana hingga tenaga kesehatan. “Nanti akan saling support dengan berbagai elemen panitia lainnya. Pokoknya kita dukung penuh, ada dapur umum, bantuan logistik, pos kesehatan, pengamanan, dan sebagainya,” ujar Muhdlor.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan dukungannya untuk Resepsi Puncak Satu Abad NU di Sidoarjo. Sedikitnya 12.500 warga Surabaya terkoordinasi berangkat ke Sidoarjo.

“Pemkot Surabaya menyiapkan pengawalan dan beragam dukungan lain yang dibutuhkan,” ujar Eri.

Bupati Gresok Fandi Akhmad Yani menambahkan, dukungan dari kepala daerah di Surabaya Raya adalah bukti kecintaan kepada NU dan kepada Indonesia. “Kami dari Gresik, selain tentu akan sangat banyak warga Gresik yang datang ke Sidoarjo, juga akan mendukung dari berbagai aspek, seperti transportasi, kesehatan, dan relawan untuk membantu para jamaah yang hadir pada 7 Februari nanti,” ujarnya. (

“Tri Maskada” Surabaya Raya Kompak Sukseskan Resepsi Puncak Satu Abad NU

Kominfo, Sidoarjo – Resepsi Puncak Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 7 Februari 2023 disambut antusias berbagai pihak. Termasuk tiga kepala daerah wilayah Surabaya Raya yang dikenal sebagai “Tri Maskada”. Mereka adalah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Ketiga kepala daerah berusia muda tersebut mengunjungi Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu siang (5/2/2023). Ketiganya tampak berbincang serius mengoordinasikan sejumlah hal, terutama yang berkaitan dengan peran tiga kepala daerah tersebut.

“Kami bertiga hari ini kumpul di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, tadi sudah diskusi dengan Mas Eri Cahyadi dan Gus Yani. Kita sepakat bahwa ini adalah hajat bersama. Kita para kepala daerah sangat antusias menyambut Resepsi Puncak Satu Abad NU,” ujar Bupati Muhdlor.

“Alhamdulillah tadi rawuh meninjau langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar,” imbuh Gus Muhdlor, sapaan akrabnya.

Muhdlor membeberkan tiga daerah ini sangat lekat dengan NU, sehingga kolaborasi yang dilakukan bukan hanya karena ada event akbar NU, melainkan dibentuk lewat landasan historis yang kuat. Sidoarjo pada masa lalu adalah salah satu pusat pendidikan Islam tersohor, bahkan KH Hasyim Asy’ari dan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan pernah mengenyam pendidikan di daerah ini, tepatnya di Pondok Pesantren Siwalan Panji, Sidoarjo.

Surabaya, lanjut Muhdlor, adalah tempat berdirinya NU pada 16 Rajab 1344 atau 31 Januari 1926 di Surabaya. Di Surabaya pula, pda 22 Oktober 1945, terjadi peristiwa bersejarah kala “Resolusi Jihad” dicetuskan KH Hasyim Asy’ari di Surabaya, yang kemudian membakar semangat perlawanan rakyat dalam melawan penjajah.

Adapun Gresik merupakan salah satu daerah terpenting dalam penyebaran Islam ahlussunnah wal jamaah. “Di Gresik begitu banyak wali dan aulia, menebarkan Islam yang rahmatan lil alamin, yang terus dipegang teguh oleh Nahdlatul Ulama,” ujar alumnus Pesantren Ar-Risalah Lirboyo Kediri tersebut.

Dia mengatakan, kolaborasi ketiga daerah tersebut diwujudkan dalam berbagai hal. Di antaranya adalah saling dukung untuk penyiapan kekuatan SDM maupun fasilitas pendukung guna menyukseskan Satu Abad NU, seperti pengerahan relawan Tagana hingga tenaga kesehatan. “Nanti akan saling support dengan berbagai elemen panitia lainnya. Pokoknya kita dukung penuh, ada dapur umum, bantuan logistik, pos kesehatan, pengamanan, dan sebagainya,” ujar Muhdlor.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan dukungannya untuk Resepsi Puncak Satu Abad NU di Sidoarjo. Sedikitnya 12.500 warga Surabaya terkoordinasi berangkat ke Sidoarjo.

“Pemkot Surabaya menyiapkan pengawalan dan beragam dukungan lain yang dibutuhkan,” ujar Eri.

Bupati Gresok Fandi Akhmad Yani menambahkan, dukungan dari kepala daerah di Surabaya Raya adalah bukti kecintaan kepada NU dan kepada Indonesia. “Kami dari Gresik, selain tentu akan sangat banyak warga Gresik yang datang ke Sidoarjo, juga akan mendukung dari berbagai aspek, seperti transportasi, kesehatan, dan relawan untuk membantu para jamaah yang hadir pada 7 Februari nanti,” ujarnya. (Git/Ir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here