
Tulungagung,IP.News – Dengan harapan mendapatkan keadilan dan kesejahteraan, Ribuan guru PPPK (P3K) paruh waktu memadati Kantor DPRD Kabupaten Tulungagung, Rabu (11/2) Mereka datang bukan untuk berunjuk rasa, melainkan memberikan dukungan moril kepada rekan-rekan mereka yang melakukan hearing dengan Ketua DPRD Tulungagung dan Komisi A.
Hearing tersebut dijadwalkan akan berlangsung pukul 14.00 WIB di Ruang Aspirasi kantor DPRD dengan misi mendapat kesejahteraan dan kejelasan status guru PPPK paruh waktu.
Ketua GTKN (Guru dan Tenaga Kependidikan Nasional), Chandra Dyan Rachman, menjelaskan
“Hearing nanti kami akan menyampaikan keluhan yang dirasakan guru PPPK kepada Ketua DPRD dan Komisi A. Di antaranya permintaan kenaikan gaji sebesar Rp350 ribu untuk guru SD dan Rp400 ribu untuk guru SMP, serta pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu,” tegas Chandra. persoalan yang dihadapi guru PPPK sangat mendasar, Banyak guru PPPK paruh waktu yang tidak mendapatkan jam mengajar. Bahkan ada yang ditempatkan di sekolah baru, namun tidak diberi jam sama sekali.
Ironisnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada hak mereka untuk menerima tunjangan sertifikasi.
“Kalau tidak ada jam mengajar, bagaimana dengan tunjangan sertifikasi kami? Ini bukan hanya soal pendapatan, tapi soal pengakuan atas profesi kami.
Para guru yang hadir mengaku tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh dedikasi, meski berada dalam ketidakpastian. Mereka mengajar generasi penerus bangsa. Aksi damai ini menjadi simbol kegelisahan ribuan pendidik yang ada di Tulungagung dan berharap pemerintah daerah dan DPRD benar-benar mendengar suara mereka.(Beem)














