Sawah Terancam Kekeringan Puluhan Petani Datangi DPUTR Lumajang

0
232

Lumajang, IP.News – Puluhan petani Desa Boreng, Kec Lumajang, Kab. Lumajang mendatangi Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Lumajang meminta agar Dam Boreng segera diperbaiki, Rabu (31/5/2023).

Dengan lambatnya perbaikan Dam Boreng maka ratusan hektar sawah yang masuk dalam wilayah kelurahan Rogotrunan dan Desa Boreng terancam kekeringan dan gagal panen.

Turut menemui puluhan petani yang datang untuk mendapatkan solusi yaitu Kabid SDA DPU Lumajang Hari Djoko, Humas (DPU) Subowo dan Kepala UPT Pengairan Lumajang Riski.

Mereka dipersilahkan berkumpul di Aula DPUTR Lumajang untuk membahas permasalahan hinggah tuntas.

Dalam pertemuan tersebut, Hari Sudjoko Kabid SDA DPUTR Lumajang menyampaikan untuk perbaikan bendungan Desa Boreng, pemerintah daerah tidak memiliki anggaran. Ujarnya.

Bukan hanya itu, Hari Sudjoko dihadapan puluhan petani juga menyampaikan sudah mengajukan anggaran darurat Rp 1 Milyar kepada BPBD Provinsi Jawa timur, namun hingga saat ini belum ada respon.

” Bukan hanya kepada BPBD Jatim, kami juga mengajukan anggaran kepada Kementrian DPUPR, tapi hingga sekarang belum ada respon”. lanjutnya.

Dikesempatan sama, Riski Dwi Ansori, Kepala UPT Pengairan Lumajang, menyampaikan pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan solusi, meski pada akhirnya, masalah tersebut hingga saat ini belum teratasi, sehingga solusinya soal pola tata tanam, yang dirubah ke polo wijo, dari total 1000 Hektar blok hilir, 70% tata tanam beralih ke polowijo.

“Kalau blok hilir tetap menanam padi, ditambah masuk musim kemarau, tentu akan kekurangan air”, Paparnya.

Sementara itu Muhammad Bakir ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Kecamatan Lumajang mengungkapkan dirinya menuntut pemerintah kabupaten Lumajang untuk memperbaiki DAM Boreng bukan tidak beralasan.

“pasalnya beberapa hari yang lalu Pemda mampu mendatangkan Group Band Slank tapi untuk memperbaiki DAM Boreng yang untuk mengairi ribuan hektar sawah tidak bisa ” Ungkapnya.

Akhir dari pertemuan tersebut sepakat bahwa bulan juni 2023 diupayakan supaya air bisa mengaliri sawah.(N)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here