Tulungagung Rajai Pengiriman Lulusan SMK ke Luar Negeri, Cabdindik Siapkan Generasi Vokasi Berbasis AI dan Bahasa Asing

0
9

?TULUNGAGUNG, IP.news – Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur kian menancapkan taringnya di panggung dunia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menyalurkan sebanyak 4.920 lulusan SMK negeri dan swasta untuk magang serta bekerja di berbagai negara penempatan internasional. Menariknya, Kabupaten Tulungagung sukses menjadi penyumbang peserta terbesar dalam program masif ini.

?Pelepasan ribuan “Pahlawan Vokasi” ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di SMK Sore Tulungagung, Kamis (14/5/2026). Rencananya, para peserta akan resmi diberangkatkan ke negara tujuan pada 20 Mei mendatang.

?Dari total 4.920 peserta se-Jatim, sebanyak 3.186 orang mengikuti program magang kerja, sementara 1.734 lainnya diberangkatkan sebagai pekerja migran formal.

??Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa SMK di Jawa Timur kini telah bertransformasi menjadi jembatan utama yang menghubungkan siswa dengan bursa kerja internasional. Negara penempatan kali ini mencakup Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Jerman, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga Turki.

?Para lulusan ini akan mengisi sektor-sektor strategis mulai dari manufaktur, perhotelan, pertanian, pengelasan, hingga teknologi mutakhir.

?”SMK negeri maupun swasta di Jawa Timur ini menjadi bagian penting untuk membangun koneksitas ruang kerja di berbagai negara. Kualitas, keterampilan teknis, dan kemampuan bahasa asing sesuai negara tujuan adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar,” tegas Khofifah.

?Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, merinci bahwa khusus untuk wilayah Mataraman (Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan), total lulusan yang berangkat mencapai 1.790 orang.

?”Tulungagung menjadi peserta terbanyak tahun ini dengan mengirimkan 1.628 orang, disusul Trenggalek 141 orang, dan Pacitan 21 orang,” ungkap Aries. Ia menambahkan, negara tujuan favorit tahun ini adalah Jepang, di mana para siswa diproyeksikan mengisi sektor industri modern dan pekerjaan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Sebelum berangkat, para peserta telah digembleng lewat pelatihan bahasa intensif melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang kredibel.

??Mendampingi penuh agenda pelepasan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Tulungagung-Trenggalek, Dian Pemilu Sari, mengaku sangat bangga atas dominasi luar biasa dari siswa di wilayah kerjanya, khususnya Tulungagung. Bagi Dian, angka seribuan lebih peserta ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata keberhasilan implementasi kurikulum Link and Match yang melompat hingga ke level global.

?”Ini adalah buah dari kerja keras seluruh ekosistem SMK di Tulungagung dan Trenggalek. Menjadi penyumbang terbesar di Jawa Timur membuktikan bahwa mental, fisik, dan kompetensi anak-anak kita di daerah diakui oleh dunia industri internasional,” ujar Dian Pemilu Sari dengan nada optimis.

?Dian juga menyoroti kesiapan mental anak didiknya yang kini tidak gagap teknologi, termasuk dalam menghadapi tantangan industri berbasis AI di negara penempatan seperti Jepang. Cabdindik berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan LPK bahasa dan mitra industri luar negeri agar serapan lulusan tahun depan bisa jauh lebih tinggi.

?”Tantangan ke depan adalah mempertahankan kualitas ini. Kami di Cabang Dinas akan terus mendorong penguatan laboratorium praktik di sekolah serta sertifikasi bahasa asing sejak siswa duduk di bangku kelas XI. Jadi begitu lulus, mereka sudah mengantongi paspor kompetensi global,” pungkas Dian. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here